Muspika Rebus Sabu Bareng

by -

METROPOLITAN – Kota Bogor rupanya masih sulit keluar dari jeratan narkoba.

Terbukti dari berbagai barang bukti yang dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor didominasi kasus narkoba.

Dari 173 kasus yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap alias inkrach, 120 kasus di antaranya merupakan kasus narkotika terbanyak di Kota Bogor.

Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna, mengatakan, dari ratusan kasus itu, barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu sebanyak 228,8 gram, ganja tiga kilogram lebih, tembako 40,5 gram dan psikotropika sebanyak 5.068 butir dari delapan kasus.

Banyaknya perkara narkoba, menjadi cambuk dan perhatian bagi berbagai pihak, seperti pemerintah, agar pemberantasan narkoba lebih diperkuat.

Baca Juga  Pandemi Corona, Warga Pusing Tagihan Listrik Membengkak

”Selain itu, ada barang bukti kejahatan lain berupa senjata tajam dan senjata api berbagai jenis. Lalu, ada pula uang palsu (upal) senilai Rp1,3 miliar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menjelaskan, persoalan narkoba tidak bisa dilihat sebagai masalah daerah saja, tapi juga permasalahan tingkat nasional.

”Pelajar ada, dewasa juga ada. Memang didominasi usia produktif ya. Kita dorong ada BNNK di Kota Bogor, walaupun masih moratorium,” katanya.

Pemkot bersama pihak terkait senantiasa melakukan upaya untuk memberantas narkotika.

Namun berdasarkan data, perkara narkotika tak pernah turun dan ini dialami tidak hanya di Kota Bogor.

“Salah satunya mengedukasi warga Kota Bogor melalui program Bersih Dari Narkoba (Bersinar). Pernyataan sikap yang diiringi bentuk aksi di wilayahnya, tidak hanya aparatur wilayah, tapi juga seluruh elemen Kota Bogor,” jelasnya.

Baca Juga  Plaza Bogor bakal Disulap Jadi Alun-Alun Suryakencana

Upaya edukasi lain dilakukan melalui pendidikan bagi siswa dan tenaga pendidik, di antaranya melalui pemberian pelatihan dan pemahaman bahaya dengan tujuan mencegah penggunaan narkotika di dunia pendidikan.

Edukasi bagi masyarakat umum, dilakukan bersama-sama BNNK dengan menghadirkan narasumber dan dokter yang menceritakan bahaya narkotika.

“Sebagai upaya pencegahan secara kelembagaan dengan membentuk BNNK sudah kita dilakukan, namun belum mendapat izin,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *