Padi Jadi Aset Warga Pabuaran

by -

METROPOLITAN – Padi menjadi aset warga Desa Pabuaran, Kecama­tan Kemang, Kabupaten Bogor. Tak kurang dari 150 hektare wilayah ter­sebut dihiasi persawahan.

Informasi yang terhimpun, pema­sok gabah kering siap giling sebe­rat 750 ton setiap musim panen pun terserap dari hasil tanaman padi tersebut.Plt Kepala Desa Pabuaran Zaenal Abidin mengatakan, setiap tahun petani padi di Desa Pabuaran bisa melakukan panen raya sebanyak 12 kali.

”Panennya tiga bulan sekali dan petani bisa mendapatkan 750 ton gabah siap giling untuk dijual kem­bali ke pembeli. Harga maksimal jual Rp4.000 per kilogramnya,” te­rangnya kepada Metropolitan, kema­rin.

Ia melanjutkan, lahan sawah di wi­layah tersebut sudah ada sejak 1960 dan terus dipertahankan hingga kini. ”Pertanian padi menjadi penghasi­lan utama masyarakat setempat. Se­lain dijual, gabah kering yang digiling ini menjadi pula kebutuhan pokok warga setempat,” paparnya.

Baca Juga  Sukses Kelola Sektor Peternakan dari Hulu ke Hilir, Taufik Didapuk Jadi Young Ambassador 2022

Abidin mengatakan, saat ini terda­pat gapoktan yang beranggotakan 25 orang dan sudah berdiri sejak 1990. Gapoktan itu juga pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah berupa dua unit traktor, satu unit mesin potong rumput dan satu unit pompa air.

”Sebelum dan sesudahnya, kami para perwakilan warga desa berte­rima kasih kepada pejabat pemerin­tah setempat. Semoga dengan ban­tuan ini petani Desa Pabuaran bisa ikut dalam ketahanan pangan,” pung­kasnya. (yos/b/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.