Pelaku Perampokan Rumah Makan Gratis di Ciangsana Bogor Ada 4 Orang

by -

METROPOLITAN.id – Aksi perampokan yang terjadi di Rumah Makan Gratis Ciangsana, Gunungputri, Kabupaten Bogor masih menyisakan misteri. Polisi belum berhasil menangkap pelaku yang diduga berjumlah empat orang.

Pemilik Rumah Makan Gratis Ciangsana, Aditya Prayoga mengatakan, pelaku perampokan tak hanya 2 orang seperti yang tertangkap dalam rekaman CCTV yang sudah viral. Pelaku diperkirakan berjumlah 4 orang.

Menurutnya, 2 orang yang masuk ke dalam rumah makan dengan mengacungkan celurit ke karyawannya adalah eksekutor. Sementara di luar warung, sedikitnya ada 2 orang lainnya dengan 2 sepeda motor yang menunggu.

“Jadi selain 2 orang yang bawa senjata tajam panjang, ada 2 orang lagi yang nunggu di luar dengan sepeda motor. Jadi sekitar berempat. Tapi kalau kata karyawan saya ada 5, kalau saya intip dari jendela yang keliatan 2 motor,” kata Aditya kepada Metropolitan, Selasa (10/8).

Menurutnya, perampok tersebut menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor.

Baca Juga  Sempat Terputus Akibat Banjir Bandang, Pembangunan Jembatan Bailey di Leuwiliang Hampir Rampung

“Sepenglihatan saya motornya Beat warna putih dan N-Max warna hitam. Dua-duanya nggak ada nomor polisinya,” terangnya.

Aksi perampokan ini menjadi perhatian publik usai video rekaman CCTV-nya viral di sejumlah media sosial. 2 orang pelaku masuk ke rumah makan dan dengan garangnya menodongkan celurit panjang kepada penjaga warung yang biasa melayani para duafa dan anak yatim ini. mereka membawa kabur 3 telpon genggam milik penjaga dananak yatim.

Pemilik Rumah Makan Gratis Ciangsana Aditya Prayoga mengatakan, perampokan itu terjadi pada Jumat (23/8) dini hari sekitar pukul 02:20. Saat itu, dirinya sedang berada di ruangan dalam sementara di rumah makan ada satu karyawan dan 2 anak yatim yang tengah berjaga.

Tiba-tiba, dua pemuda masuk ke delam rumah makan. Aditya yang melihat dari CCTV di ruangan kamar mengira pemuda tersebut hendak makan. Sebab, rumah makan itu terbuka untuk siapapun yang ingin makan secara gratis selama 24 jam.

Baca Juga  70 Persen Siswa Bogor Siap UNBK

Namun, dugaannya keliru. Saat masuk ke dalam rumah makan, 2 pemuda tersebut nampak mengacungkan celurit panjang kepada ketiga orang yang sedang berjaga.

“Jadi waktu perampok datang, saya sedang di dalam kamar. Saya pikir mau makan, ada anak yatim yang jaga di depan. Saya sama anak istri jaga di dalam. Ketika saya mau keluar saya lihat di CCTV kok bawa senjata tajam panjang,” kata Aditya kepada Metropolitan.id, Selasa (10/9).

Dua penjaga warung tersebut berhasil kabur saat 2 perampok menodongkan celurit. Namun, satu orang lagi terjatuh dari bangku yang didudukinya karena kaget dengan ancaman perampok. Penjaga tersebut lalu menyerahkan telpon genggam milikinya karena diancam akan dibacok.

“Karyawan saya yang jatuh mau dibacacok sama perampoknya, tapi dia langsung nyerahain barangnya berupa HP. Sementara perampok lainnya geledah nyari duit tapi nggak dapat. Saya waktu itu masih di dalam belum berani keluar,” ungkapnya.

Baca Juga  Meski Menang Lawan Barcelona, Emery Minta Timnya Tetap Waspada di Leg Kedua

Usai itu, perampok tersebut pergi dari rumah makan. Namun tak lama kemudian, mereka kembali datang dengan masih menenteng celurit. Mereka kembali menggeledah rumah makan untuk mencari barang berharga lainnya namun tak juga ditemukan dan kembali pergi.

Merasa kondisi sudah aman, Aditya langsung membuka pintu dan membawa masuk anak yatim beserta penjaga rumah makan untuk mengamankannya. Menurutnya, aksi perampokan ini merupakan yang pertama terjadi sejak rumah makan gratisnya berdiri 2016 silam.

“Kejadian pertama, baru kali ini. Kami sudah lapor polisi, sudah sempat dicek TKP-nya juga. Tapi sampai saat ini infonya pelaku belum tertangkap. Ini sangat membahayakan, apalagi yang dirampok rumah makan gratis. Kalau menurut saya ini benar-benar tidak berpendidikan,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *