Peluang Internal Lebih Besar

by -

METROPOLITAN – Meskipun sudah mengantongi nama, Wali Kota Bogor Bima Arya masih menutup rapat-rapat siapa saja yang akan menduduki jabatan Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hasil lelang jabatan terbuka.

Sikut-sikutan antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) internal dengan eksternal Pemkot Bogor yang lolos seleksi pun tak terhindarkan. Walaupun kans PNS ‘lokal’ disebut lebih besar lantaran berpengalaman dan lebih tahu Kota Bogor.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

Meskipun tidak menjelaskan secara terang dan gamblang, Ade Sarip mengatakan bahwa PNS internal Pemkot Bogor lebih mumpuni dan berpengalaman dalam mengurus persoalan Kota Bogor serta lebih paham akan visi-misi Pemkot Bogor ke depan.

Secara tidak langsung, punya kans besar mengisi jabatan yang dilelang. Apalagi, jabatan yang dilelang merupakan jabatan strategis di Kota Bogor, yakni kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kepala Inspektorat dan Direktur RSUD Kota Bogor.

“Orangnya (pemenang, red) sudah ada. Tapi belum bisa saya bilang, internal atau eksternal? Semua bisa terjadi. Tapi jujur, (PNS) internal masih lebih mumpuni, kalau soal mengurus Kota Bogor, ya harus paham tentang kota lah,” katanya saat ditemui Metropolitan di Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, kemarin.

Tugasnya sebagai ketua tim panitia seleksi (pansel) pun sudah selesai dan diserahkan kepada wali kota. F1 juga sudah wawancara akhir yang juga didampingi sekda dan sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA).

Tinggal diserahkan ke pemerintah pusat.

“Sebetulnya kalau mau (pelantikan) Oktober, nggak perlu minta persetujuan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), karena pimpinan sudah lebih dari enam bulan menjabat, ada kewenangan. Tapi kalau mau September, ya harus minta izin. Intinya proses sudah tuntas,” paparnya.

Sekadar diketahui, ada dua eksternal Pemkot Bogor yang lolos seleksi tim pansel, masing-masing di dua posisi. Untuk jabatan kepala Bapenda, ada nama Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Depok Deni Hendana yang bersaing ketat dengan PNS berpengalaman di Bapenda, yakni Sekretaris Bapenda An An Andri Hikmat dan Camat Bogor Utara, Rahmat Hidayat, yang sempat beberapa tahun duduk di Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa (Adbang PBJ) Setda Kota Bogor.

Selain itu, ada nama AK Kabid Tata Usaha pada Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Pemprov Jawa Barat, Doso Sukendro yang lolos tiga besar untuk kepala Inspektorat.

Sedangkan dua nama internal yakni Camat Bogor Barat Pupung W Purnama dan Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Iman.

Sedangkan untuk posisi Direktur RSUD Kota Bogor, semua calon berasal dari internal Pemkot Bogor, yakni Fungsional Dokter UPTD Puskesmas Mekarwangi dr Ilham Chaidir, Fungsional Dokter RSUD Kota Bogor dr Yeti Haryati dan Fungsional Dokter UPTD Puskesmas Bogor Utara Oki Kurniawan.

Menanggapi kans yang cukup besar, salah satu peserta lelang jabatan dari internal, yakni Sekretaris Bapenda Kota Bogor An An Andri Hikmat mengaku tidak terlalu banyak berharap atau terlalu ambisius.

Buatnya, yang terpenting melaksanakan tugas dari pimpinan. Memang, ia merasa percaya diri lantaran punya pengalaman lebih lama di Bapenda Kota Bogor dalam berbagai posisi, sehingga dinilai punya peluang besar jadi kepala.

“Yang penting kerja nggak berubah, nggak ada beban lah. Ketika dikasih mandat, ya jalankan. Bapenda kan orientasi keberhasilannya target, tercapai atau tidak, itu saja. Pimpinan bisa menilai,” ujar pria yang juga Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indoensia (PJSI) Kota Bogor itu.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sudah memutuskan dan mengantongi nama-nama pemenang yang disebutnya pas untuk mengisi jabatan Eselon II itu.

November, banyak beberapa PNS memasuki masa pensiun. Sehingga untuk menghemat waktu, Bima memutuskan pelantikan pemenang lelang jabatan terbuka, bersamaan dengan perubahan struktur ditinggal PNS pensiun. Politisi PAN itu mengaku paling cepat pelantikan tersebut akan dilaksanakan awal November.

“Bisa saja sekarang dilantik, tapi jadi kerja dua kali. Makanya saya putuskan nanti saja sekalian,” imbuhnya.

Meski begitu, Bima masih menutup rapat-rapat siapa nama pemenang lelang jabatan tersebut. Sebab, dari tiga posisi yang dilelang, ada dua PNS luar Pemkot Bogor yang lolos tiga besar.

“Dari luar atau internal? Ya kita lihat saja nanti,” terang pria 46 tahun itu. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *