Pengusaha Kredit Kewalahan Hadapi Konsumen Bogor

by -
AUDIENSI: Para pengusaha kredit Kota Bogor ‘curhat’ kepada Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, soal masih banyaknya nasabah bandel.

METROPOLITAN – Asosiasi Pengusaha Pembiayaan Indonesia (APPI) Bogor meminta bantuan dan kerja sama dari Pemerintah Kota (Pemkot ) Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait sadar hukum bidang perkreditan kendaraan bermotor.

Ketua APPI Bogor, Gunawan, mengatakan, banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi pengusaha pembiayaan, di samping dinamika perkreditan yang juga sangat banyak.

Tetapi yang paling merugikan para pengusaha saat ini menyangkut tidak patuhnya konsumen dalam pembayaran kredit kendaraan. Selain itu, banyak juga unit kendaraan yang hilang atau dipindahtangankan.

”Kami ingin ada sinergitas bersama Pemkot Bogor. Cari solusi dan sharing bersama pemerintah supaya berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha pembiayaan bisa terbantu,” ujar Gunawan usai audiensi di Balai Kota Bogor, kemarin.

Ia menjelaskan, dinamika perkreditan di antaranya adanya oknum yang mem-backup nasabah yang wan-prestasi.

Hampir semua perusahaan finansial merasakan hal itu dan memengaruhi perkreditan atau omzet. Setiap bulan ada saja perusahaan yang merugi akibat unit kendaraan hilang, digadaikan atau dipindahtangankan.

Sehingga ada harapan pemerintah mau membantu menyosialisasikan jajarannya sampai tingkat RT dan RW bahwa memindahtangankan kendaraan bermotor tanpa persetujuan perusahaan ada sanksi pidana.

Sementara itu, GM Yamaha Prima, Refa Wisha Satrio, menuturkan, APPI di Bogor memiliki anggota sekitar 40 finance, baik roda dua dan roda empat. Audiensi tersebut bertujuan mencari solusi dalam menangani permasalahan, baik di Kota dan Kabupaten Bogor.

Selain soal investasi yang resah akibat oknum tak bertanggung jawab, APPI juga berencana menyalurkan CSR di Kota Bogor. Refa menambahkan, sinergitas dengan pemerintah perlu dilakukan agar kolaborasi yang dibangun bersamasama memajukan pembangunan Kota Bogor.

”Supaya investasi di Kota Bogor menjadi lebih kondusif untuk teman-teman pelaku usaha, memberikan rasa nyaman dan jaminan bahwa investasi berjalan sebagaimanamestinya agar tak terjadi gesekan gesekan,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, bakal menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aparat pemerintahan hingga tingkat RW dan RT. Harus ada pendekatan kepada masyarakat dan memberikan edukasi sadar hukum kepada warga.

“Pemkot akan membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (ryn/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *