Proyek Pasar Parungpanjang Masuk Lampu Kuning

by -

METROPOLITAN – Pembangunan Pasar Parungpanjang terancam mo­lor dari jadwal yang sudah ditentukan. Direksi dan Badan Pengawas Peru­sahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga sudah meninjau pasar di Kecamatan Parungpanjang itu. Hasilnya, peng­erjaan pembangunan yang dilakukan PT Cipta Bayu Utama ternyata memang tidak sesuai harapan. Padahal, proy­ek ini akan memengaruhi pembangu­nan kantor BUMD di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan, sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Maret 2019, seha­rusnya saat ini proses pengerjaannya sudah bisa dilihat hasilnya. Namun ternyata laporan pengembang dengan realita di lapangan tidak sesuai.

“Fakta dan informasi yang diberikan pengembang itu tidak sejalan. ABS (Asal Bapak Senang, red). Karena saat dicek ke lapangan ternyata itu alatnya masih ada yang pakai manual,” ka­tanya saat berkunjung ke kantor re­daksi Harian Metropolitan, belum lama ini.

Baca Juga  Mantan Presiden PKS Didukung Maju Pilpres

Ke depan, Haris mengaku akan memperketat seleksi rekanan yang akan membangun pasar rakyat. Tidak semua pengembang bisa memegang pembangunan sebuah pasar. “Ka­rena pasar spesifik, ini kan bukan pembangunan yang biasa ya kalau untuk pasar. Kalau investor atau de­veloper tidak punya sense of sosial, biasanya sulit untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Pengawas (BP) PD Pasar Tohaga, Andri Latief, men­jelaskan, pengembang masih memi­liki waktu pembangunan selama 18 bulan dengan tenggat waktu sampai September 2020. “Kita ini bekerja ada garis waktu pengerjaan. Nah, ini yang melenceng menurut saya. Walau de­mikian, kita positif saja dulu,” terang­nya.

Sebagai mantan bos pasar di Kota Bogor tersebut, nyatanya sudah mem­berikan catatan kepada jajaran di­reksi yang baru dilantik dua minggu lalu oleh bupati Bogor. Menurut dia, sejauh ini apa yang ditunjukkan PT Cipta Bayu Utama masih ada di zona kuning atau lampu kuning. “Jika di­biarkan seperti ini terus nantinya tidak ada kejelasan status. Tapi kita jangan memperlihatkan nafas pesimis, tapi kita harus menjaga optimis penye­lesaian pasar dan kantor,” imbuhnya.

Baca Juga  Pembangunan Pasar Leuwisadeng Menunggu Perataan Tanah

Memang proses pengerjaan di Pasar Parungpanjang dihadapkan oleh be­berapa masalah, seperti penolakan dari pedagang terkait harga yang ter­lalu mahal dan relokasi pedagang ke TPS yang terlambat. Tetapi, menurut Andri Latief, untuk masalah harga seharusnya tidak ada masalah, ka­rena saat ditandatanganinya PKS, ada perwakilan dari pedagang, pengu­saha dan PD Pasar Tohaga.

“Semua tahapan sudah kita tempuh sebetulnya. Kita itu berpegang teguh pada PKS. Untuk masalah harga se­benarnya itu pedagang sudah me­nandatangani PKS yang ada,” tandas­nya.(cr2/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *