Warga Terdampak Proyek Apartemen Ngeluh ke Dewan

by -
POLEMIK: Pembangunan apartemen di Kelurahan Baranangsiang dikeluhkan warga terdampak. Kini mereka pun mengadu ke DPRD Kota Bogor.

METROPOLITAN – Tak kunjung mendapat respons dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas keluhannya, warga terdampak pembangunan Apartemen The Swissbell, Kelurahan Baranangsiang, akhirnya meminta bantuan DPRD Kota Bogor untuk segera memanggil pengembang dan instansi terkait.

Kuasa hukum warga terdampak, Gunara, mengatakan, surat kepada wali kota Bogor sudah dilayangkan sejak akhir Agustus, tapi sampai sekarang belum ada respons dari orang nomor satu se-Kota Bogor itu.

Ada tiga poin yang tertuang dalam surat yang dikirim kepada DPRD Kota Bogor, di antaranya pertama agar bisa proyek bisa dihentikan karena ada ekses warga yang terdampak kini mengeluh dan merasa tidak dilibatkan dalam pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kedua, kami minta DPRD Kota Bogor memanggil pengembang dan instansi di Pemkot Bogor terkait terbitnya IMB. Terakhir, kami minta pak wali meninjau ulang atau bahkan mencabut IMB yang ada,” katanya saat ditemui Metropolitan di kawasan Sawojajar, kemarin.

Ia merasa perlu mendapatkan perhatian dari wakil rakyat lantaran hingga saat ini surat kepada F1 belum juga ditanggapi.

Dengan begitu, DPRD Kota Bogor bisa melaksanakan fungsi pengawasannya untuk meninjau warga terdampak serta memanggil semua pihak terkait.

Apalagi sampai saat ini ketidaknyamanan karena pembangunan masih terjadi. Ia berharap DPRD Kota Bogor bergerak cepat menanggapi surat yang dilayangkan.

“Jadi diperiksa semua, itu kewenangan dewan dalam hal pengawasan. Sebentar lagi kan AKD bakal defintif,” terang pengacara senior Peradi Kota Bogor itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor sementara, Atang Trisnanto, menuturkan, pihaknya sudah menerima surat pengaduan dari masyarakat terkait beberapa persoalan pembangunan apartemen.

Tak hanya Apartemen Swisbell, tapi juga Apartemen Alhambra di Kelurahan Tegallega. Surat pengaduan diterima menyangkut persoalan IMB dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Ternyata memiliki masalah menyangkut warga terdampak dan belum terselesaikan sampai saat ini,” paparnya.

Politisi PKS itu segera memantau kondisi lapangan di kedua proyek hunian vertikal tersebut sesuai laporan warga. Tinggal menunggu pelantikan pimpinan definitif, pimpinan DPRD bakal langsung melakukan pengecekan.

Atang menjelaskan, penyelidikan harus dilakukan pada pembangunan bermasalah dan berdampak pada warga sekitar.

“Pemkot jangan diam saja, tidak menyelesaikan persoalan. Setelah ditinjau, ditindaklanjuti dan didisposisi ke komisi yang membidanginya nanti. Kan nggak nyaman kalau masih bermasalah,” ujarnya.

Terpisah, staf PT Lorena Latersia Properti, Yamianda, pernah berkoordinasi dengan warga terkait keluhan itu, termasuk soal kebisingan warga.

Meskipun sudah menunjuk kuasa hukum, pihaknya mengaku tidak khawatir karena yang digugat sesungguhnya adalah Pemkot Bogor sebagai pihak yang mengeluarkan izin.

“Kita sudah ikuti semua aturan dan syarat ya. Kalau harus dipanggil pun, nggak keberatan kok. Yang jelas izin sudah dipenuhi,” singkatnya. (ryn/b/ yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *