13 Tokoh Penting di Dalamnya Sejarah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

by -

METROPOLITAN – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Hari Sumpah Pemuda sering dimaknai sebagai pengingat tentang semangat perjuangan kaum muda di masa lampau.

Selain itu, Sumpah Pemuda juga dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka. Peran pemuda tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sumpah Pemuda lahir dari keputusan yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928.

Awalnya pada Kongres Pemuda II tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Istilah Sumpah Pemuda sendriri baru muncul setelah kongres untuk menyebut hasil kongres bersejarah yang punya semangat persatuan.

Selain itu, awalnya tanggal 28 Oktober tidak diperingati sebagi Hari Sumpah Pemuda, melainkan diperingati sebagai hari lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yaitu pada 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Peristiwa Sumpah Pemuda berawal dari inisiatif dari para pelajar Indonesia dan perkumpulan pemuda Indoensia.

Para pemuda ini mulai menyadari akan tujuan bersama dan mengurangi perpecahan yang diakibatkan perbedaan mereka yang berasal dari beraneka suku bangsa dan agama.

Mereka merasa membutuhkan dukungan untuk bisa bersatu demi kemerdekaan. Muncul inisiatif untuk bisa menggabungkan dari para perhimpunan pemuda ke dalam sebuah musyawarah besar.

Kongres Pemuda I akhirnya dilakukan pada 30 April sampai 2 Mei 1926.

Ceramah-ceramah yang diberikan dalam kongres itu belum bisa menyatukan persatuan Indonesia dikarenakan masih adanya ego kedaerahan yang kuat dari tiap kelompok.

Kemudian, mereka sadar bahwa ego kedaerahan itu akan mempersulit Indonesia untuk bersatu dan berjuang melawan penjajahan.

Pada 27 sampai 28 Oktober 1928, kebanggaan dan rasa senasib para pemuda sebagai anak bangsa menjadikan mereka berkumpul lagi.

Kongres Pemuda II digelar, dengan kepanitiaan dari berbagai perkumpulan.

Sugondo Djojopuspito dari PPPI sebagai ketua, Djoko Marsaid dari Jong Java sebagai wakil ketua, Mohammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond sebagai sekretaris, dan Amir Sjarifuddin dari Jong Batak sebagai bendahara.

Mereka berkumpul di Batavia (Jakarta) dan mulai menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda.

Kongres tersebut pun menghasilkan rumusan sumpah pemuda. Yang bertugas menulis teks tersebut adalah Moehammad Yamin yang ditanda tangani oleh Soegondo Djojopuspito yang merupakan ketua kongres tersebut.

Inilah 13 tokoh penting atas terciptanya Sumpah Pemuda:

1. Soenario Sastrowardoyo

Soenario Sastrowardoyo lahir di Madiun, Jawa Timur pada 1902 adalah seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan. Soenario dipercaya sebagai penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda. Selain itu, Soenario juga berkesempatan melakukan pidato dengan tema pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.

2. J Leimena

Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905 dan merupakan mahasiswa aktivis yang mengetuai organisasi Jong Ambon. Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, Leimen merupakan anggota panitia kongres.

3. Soegondo Djojopoespito

Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara. Soegondo lahir pada 1905. Soegondo merupakan ketua kongres pemuda yang dilaksanakan pada tanggal 27- 28 Oktober 1928. Soegondo juga aktif dalam Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia membuatnya ditunjuk menjadi ketua pada saat itu

4. Djoko Marsaid

Merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung. Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java.

5. M Yamin

M Yamin adlah seorang penyair yang merintis gaya puisi modern di Indonesia. M Yamin berasal dari Jong Sumatranen Bond dan merupakan pencetus kongres pemuda. Pria kelahiran Minangkabau tahun 1903 ini merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam perumusan Sumpah Pemuda.

6. Amir Syarifuddin Harahap

Amir Syarifuddin merupakan salah satu wakil dari Jong Batak Bond yang tergabung dalam organisasi pergerakan Anti Jepang.

Sebagai aktivis anti Jepang, Amir pernah terancam hukuman mati. Pada saat kongres, Amir Syarifuddin bertugas sebagai Bendahara Kongres Pemuda.

7. W R Supratman

Wage Rudolf Soepratman merupakan tokoh pencipta lagu Indonesia Raya yang saat itu dimainkannya pada acara penutupan kongres. Saat penutupan Sumpah Pemuda, W R Supratman memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.

8. Sarmidi Mangoensarkoro

Sarmidi Mangoensarkoro ditunjuk sbegai pembicara saat kongres. Saat Kongres Pemuda I dan II, Sarmidi sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia. Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, Sarmidi dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.

9. Kartosoewirjo

Sekarmadji Maridjan Kartosiewirjo merupakan pemimpin DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia. Walau begitu, Kartosoewirjo merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Sumpah Pemuda 1928.

10. Kasman Singodimedjo

Kasman Singodimedjo adalah perintis keberadaan Pramuka di Indonesia. Kasman Singodimedjo juga dikenal sebagai orator yang ulung. Kasman Singodimedjo bahkan pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia pada 1945 hingga 1946.

11. Mohammad Roem

Mohammad Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum. Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda.

12. A K Gani

Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada 1905.A K Gani bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.

13. Sie Kong Liong

Sie Kong Liong adalah sosok penting dalam kelancaran kongres pemuda saat itu. Hal itu dikarenakan Sie Kong Liong telah menyediakan pemondokan sebagai tempat dilaksanannya kongres Pemuda. Rumah itu terletak di Jalan Kramat Raya.Kini, rumah itu telah dijadikan sebuah museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *