16 Kelurahan Dihantui Bencana

by -
ILUSTRASI: Ratusan rumah berdiri di bantaran sungai Kota Bogor. Mendekati akhir tahun, intensitas hujan biasanya cukup tinggi dan waspada bencana seperti banjir dan tanah longsor.

METROPOLITAN – Mendekati akhir tahun, identik dengan meningkatnya intensitas curah hujan di beberapa daerah, tak terkecuali Kota Bogor. Sejalan dengan itu, potensi bencana pun mengintai wilayah-wilayah di Kota Hujan, seperti banjir dan tanah longsor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun dituntut kerja lebih keras menangai persoalan kebencanaan. Sebab, tak kurang dari 16 kelurahan se-Kota Bogor punya menyimpan potensi tinggi bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, secara struktur memang Kota Bogor disebut relatif lebih ‘aman’ dari bencana dibanding daerah lain yang punya kontur wilayah yang lebih rawan, seperti Palu atau Aceh. Namun, potensi bencana tetap ada di beberapa wilayah diantaranya tanah longsor, banjir hingga kebakaran.

Baca Juga  Bogor Darurat Anak Jalanan

Ia mengakui, semua kelurahan di Kota Bogor punya potensi bencana. Hanya saja, perbedaan kontur wilayah juga turut mempengaruhi potensi kebencanaan suatu wilayah. Tak kurang dari 16 kelurahan dari 68 kelurahan se-Kota Bogor dinilai punya potensi bencana dibandingkan yang lain.

“Kota Bogor sampai dengan 2019 ini, sudah terbentuk 16 Katana (Kelurahan Tangguh Bencana, red). Ya targetnya Katana itu semua, 68 kelurahan. Tapi saat ini, untuk prioritas pembentukan itu memang berdasarkan prioritas wilayah rawan bencana. Ya yang 16 itu,” katanya kepada Metropolitan selesai Lokakarya Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kota Bogor, di Balai Kota, kemarin.

Tak tanggung-tanggung, mantan Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor itu menjelaskan, ke-16 kelurahan yang masuk kategori rawan bencana yang sudah membentuk Katana tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Untuk Kecamatan Bogor Tengah ada lima kelurahan, yakni Kelurahan Panaranagan, Babakanpasar, Sempur, Cibogor dan Gudang. Di Kecamatan Bogor Selatan ada dua kelurahan, yakni Bojongkerta dan Bondongan. Sedangkan di Kecamatan Bogor Barat ada kelurahan Pasirjaya dan Gunungbatu.

Baca Juga  Dinas Sosial Soroti Warem di Wisata Cigamea

Untuk Kecamatan Bogor Utara ada empat kecamatan yakni, Kelurahan Ciparigi, Cibuluh, Kedunghalang dan Tanahbaru. Di Kecamatan Bogor Timur diantaranya Kelurahan Sukasari dan Baranangsiang. Lalu Kecamatan Tanahsareal ada Kelurahan Sukaresmi. “Tapi ada juga beberapa wilayah rawan tanah longsor misalnya, tapi belum punya Katana, paling banyak di Bogor Selatan. Makanya kita dorong supaya semua punya Katana ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra menuturkan, wilayah Bogor sendiri tidak masuk dalam wilayah zona musim, karena tiap bulan hampir selalu turun hujan dengan berbagai intensitas. Namun biasanya intensitas cuaca biasanya cenderung meningkat saat terjadi musim tertentu.

Baca Juga  Kota Bogor Tambah Lima Kampung Tematik

“Ketika musim hujan, biasanya ikut meningkat juga. Termasuk potensi hujan lebat disertai angin kencang. Untuk Kota Hujan, hampir semua wilayah berpotensi untuk cuaca curah hujan itu,” pungkas Hadi. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *