Asyik… 36 Desa Dapat Pamsimas

by -

SUKABUMI – Sebanyak 36 desa di Kabupaten Sukabumi menerima bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Provinsi Jawa Barat, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2019.

“Alhamdulillah, tahun ini 36 titik di sejumlah desa yang menerima bangunan Pamsimas saat ini menunjukkan tren yang bagus, mulai dari segi pembangunan yang dikemas penuh inovasi dan kreativitas sesuai ikon yang ditonjolkan daerah desa tersebut, ” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, di sela silaturahmi dan dialog Saba Desa di Lapangan Sepak Bola Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh.

Menurutnya, dalam realisasi program Pamsimas hingga dirasakan besar manfaatnya untuk kehidupan masyarakat, diperlukan peran serta semua unsur masyarakat, pemerintah desa (pemdes), kecamatan dan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) sebagai pelaksana.

“Karena bantuan Pamsimas yang diberikan secara langs-ung kepada kelompok masyarakat dari pemerintah pusat, semua harus satu tujuan untuk mewujudkan program ini agar saat dibutuhkan (musim kemarau, red) sudah tidak lagi berita di wilayah tersebut kesulitan air bersih, ” jelas Dedi.

Dedi merasa bangga setelah beberapa waktu lalu melakukan peninjauan di salah satu lokasi penerimaan bantuan program Pamsimas, banyak warga yang ikut berpartisipasi dalam membangun Pamsimas.

“Ada sisi yang membuat bangga dan apresiasi. Di mana saat meninjau lokasi pembangunan program ini, saya melihat masih adanya kepedulian dan perhatian warga. Warga ikut membantu secara gotong-royong dalam percepatan pembangunan sarana air bersih Pamsimas di daerahnya, ” ungkapnya.

Program Pamsimas, jelas Dedi, diberikan dengan dasar penilaian yang dilihat pemerintah provinsi bahwa daerah tersebut selalu terbelenggu kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau panjang.

“Saya mewakili pemprov ataupun pemkab akan mengawasi proses pembangunan dan administrasinya. Pasalnya, program yang dikeluarkan pusat tentunya terstruktur dengan melibatkan berbagai lembaga pemerintah, ” imbaunya.

Untuk itu, Dedi berharap fasilitator atau KKM bisa memanfaatkan program Pamsimas tersebut dengan baik, kerjakan sesuai aturan dan salurkan sesuai kebu-tuhan warga.

“Setelah program sarana air bersih berdiri atau terealisasi, saya berharap pelihara secara bersama-sama agar keberadaan sarana ini bisa berdiri kokoh dan ter-pelihara secara jangka panjang, ” harap Dedi.

Sementara itu, Ketua KKM Tirta Saluyu, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandung, Nandang Taryana, mengaku terbantu dengan adanya program Pamsimas yang dibangun di Kampung Kaladi, RT 01/06, di mana setiap musim kemarau war-a di kadusunan tersebut selalu mengalami kesulitan air bersih secara abadi.

“Ratusan kepala keluarga di Kampung Kaladi, setiap kemarau panjang, sumber mata air atau sumur milik warga kering kerontang. Dengan hadirnya Pamsimas menjadi solusi bermanfaat untuk warga di sini, ” tuturnya.

Hal serupa dikatakan Ketua Pelaksana Lapangan KKM Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Ali Nurdin. Ia mengaku dengan adanya pembangunan Program Pam-simas yang didirikan di Kadusunan Cimenteng, RW 10, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan warga mendapatkan sarana air bersih.

“Meskipun baru 80 persen dalam pengerjaan, sarana air bersih Pamsimas ini nantinya bisa dimanfaatkan warga di sekitar RT 44, 43, 45, air bisa disalurkan ke sarana MCK umum dan disalurkan juga ke rumah-rumah warga dengan memasang paralon (pipa, red). Kami yakin warga tidak lagi merasakan galau saat musim kemarau. Mohon dukungan dan doanya, rencana kami dan Kkades Padaasih (Jaro Aum, red) di November ini akan diresmikan langsung Bupati Marwan Hamami, ” tandasnya. (cr1/hep/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *