Bima Ingin Menhub Baru Beri Kepastian soal LRT

by -

METROPOLITAN – Pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin memunculkan rasa percaya diri menghadapi pemerintahan kedepan. Salah satunya terkait infrastruktur bidang transportasi, yang menghubungkan Ibukota DKI Jakarta dengan daerah penyangga, termasuk dengan Kota Bogor.

Pemerintahan baru juga seringkali diidentikan dengan pimpinan kementreian baru, termasuk di sektor perhubungan. Namun Kepala Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono memastikan, jika ada perubahan susunan pimpinan di Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tidak serta merta mengubah program yang ada dan sedang berjalan. Namun ia bersyukur, lantaran posisi pimpinan di Kemenhub tetap tidak berubah, sehingga proyek yang ada hampir dipastikan untuk terus berjalan.

“Untuk Kota Bogor, kita ada beberapa proyek besar, yakni pembangunan jalur LRT (Lintas Rel Terpadu, red) dari Cibubur masuk ke Kota Bogor. Termasuk revitalisasi Terminal Baranangsiang Kota Bogor jadi TOD (Transit Oriented Development, red), ” katanya..

Selain itu, ada juga proyek besar untuk merencanakan kehadiran moda transportasi Trem sebagai feeder dari angkutan umum massal utama.

“Terkoneksi juga saat LRT masuk Bogor, ada moda transportasi pendukung atau feeder-nya, yang direncanakan oleh pemkot kan Trem ya, ” ungkapnya.

Bambang pun sempat ancer-ancer jika nantinya ada pimpinan baru di Kemenhub, program-program tersebut tetap akan berjalan sesuai jadwal perencanaan dan pelaksanaan. Pada prinsipnya, kata dia, siapapun yang nanti memimpin, tidak terlalu banyak memberi perubahan soal program yang sudah jalan atau yang terencana.

“Nggak pengaruh. Kami tetap jalankan yang sudah ter-schedule. Inovasi mungkin ada, tapi kami belum tahu seperti apa selain yang sudah ada, ” ucap pria berkacamata.

Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya berharap ada kepastian soal berbagai program nasional yang masuk,misalnya kehadiran LRT yang diproyeksikan masuk ke Kota Bogor. Ada tiga lembaga yang harus makin intens berkoordinasi demi menata transportasi penghubung antara ibukota dengan Kota Bogor.

“Saya sih berharap, pimpinan baru misalnya, akan membuat berbagai lembaga terkait makin intens. Dalam hal ini, Kemenhub, BPTJ hingga Pemprov DKI Jakarta, ” papar ayah dari Kenatra dan Kinaura itu.

Pria 46 tahun itu juga berharap, ada kepastian soal datangnya LRT ke Kota Bogor. Pemkot memang sudah ada kesepakatan soal stasiun akhir LRT ada di terminal Baranangsiang, tapi belum ada kesepakatan soal titik mana LRT akan berhenti di kawasan terminal yang ada sejak tahun 1970-an itu.

“Kajian itu juga berpengaruh terhadap rencana kita mengadakan Trem, sebagai penunjang LRT. Yang jelas kita berharap kabinet baru tetap bisa melanjutkan program yang ada, ” pungkas politisi PAN itu. (ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *