Disdik Ajukan Rp400 Juta Bangun SDN Layungsari 2

by -

METROPOLITAN – Sebanyak tiga ruang kelas, satu kantin dan rumah dinas guru SDN Layungsari 2, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, dipastikan bakal menjadi korban terdampak, dari kebijakan proyek pembangunan double track Kereta Api Jurusan Bogor – Sukabumi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal tersebut. Bahkan, pihaknya juga berencana membangunkan kelas baru, untuk sekolah yang dibangun sejak 1976 tersebut.

“Saat ini baru akan kami masukan ke Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, agar tahun depan dapat dibangun, ” ujarnya.

Menurut Fahrudin, Disdik akan mengajukan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pembangunan sekolah yang memiliki 326 siswa ini.

“Rencananya akan dibangun bertingkat, dua kelas oleh pemkot. Dua ruang lagi diharapkan dapat dibangun Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ” ungkapnya.

Fahrudin berharap, Dirjen Perkeretaapian atau PT KAI bersedia membangun dua Ruang Kelas Baru (RKB), sehingga SDN Layungsari 2 memiliki empat ruang kelas anyar.

“Ya, mudah-mudahan saja pihak terkait bersedia membangunkannya, ” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, Pemkot Bogor telah membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek double track agar tidak langsung melakukan penggusuran sebelum RKB selesai dibangun.

“Ini juga sudah disampaikan ke walikota. Kami inginnya ruang kelas dibangun dulu, baru digusur, ” katanya.

Hal senada juga dikatakan salah satu Anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi IV Gilang Gugum Gumelar. Salah satu dewan termuda Kota Hujan ini meminta Dirjen Perekeretaapian membangunkan RKB dari pada memberikan dana kerohiman. Ia juga meminta Disdik menyiapkan skenario, apabila pembongkaran tetap akan dilakukan Desember 2019 dan tak menunggu RKB selesai dibangun. Yakni, dengan meminta SDN Layungsari 1 untuk meminjamkan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tak terganggu.

Kalaupun mau dibongkar Disdik sudah siap. Disdik juga akan kerjasama dengan SDN Layungsari 1. Jadi tiga shift, kelas 1 sampai pukul 10:00 WIB, kelas selanjutnya sampai pukul 13:00 WIB. Berikutnya, dari pukul 13.00 WIB sampai 17:00 WIB. Dan ruang guru akan digunakan. Untuk guru bisa menggunakan ruang lain sementara. Saya sudah dua kali ke sana, ” jelasnya.

Ia memastikan di Kota Bogor hanya terdapat satu sekolah yang menjadi korban gusuran double track.

“Hanya SDN Layungsari 2 saja yang kena. Sementara untuk SMPN 7 tidak kena, ” tutupnya. (ogi/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *