Istriku Selingkuh dengan Tetangga (2)

by -

METROPOLITAN – Tak sampai setengah jam, aku sudah sampai di pelata­ran rumah mertua. Aku melihat motor istri terparkir di sebelah rumah. Sedangkan ruang tamu kelihatan terang dan sekilas tampak kedua mertua dan istriku. Istri menangis sesenggukan. Sambil membawa sebuah map merah, aku melangkah tenang menuju teras rumah mertua. Setelah mengucap salam, aku dipersilakan masuk.

Sejenak kemudian, tanpa di­minta menjelaskan, aku langsung menceritakan apa yang barusan terjadi antara kami. Aku menunjuk­kan beberapa foto istri saat keluar dengan laki-laki lain yang tak lain adalah tetangga sendiri. Tak hanya sekali, tetapi dari foto itu sudah menunjukkan bukti bahwa mereka sering bertemu dan berduaan be­berapa kali di tempat yang berbeda.

Mertuaku seperti disambar petir di siang bolong. Mereka berdua tak bisa berucap dan hanya memandangi putri semata wayangnya yang pe­rilakunya sungguh memalukan. Ayah dan ibu mertuanya tak mam­pu berbicara banyak, mereka ber­gantian meminta maaf atas apa yang dilakukan putrinya. Sedangkan istriku seketika berhenti menangis dan hanya tertunduk malu dengan bukti-bukti yang ditunjukkan.

Aku juga menjelaskan, bila dalam perkawinan yang sudah berjalan 3 tahun, istri tidak bisa hamil bukan karena salah satu di antara kami mandul. Tetapi istriku telah mela­kukan suntik KB. Ternyata hal itulah yang dijadikan kesempatan kenapa istri bisa bebas bercinta dengan lelaki lain. Namun aku sudah ter­lanjur menyayangi istriku. Sehing­ga aku tak mau menceraikannya. Mertuaku memeluk dan memohon maaf. Tapi istriku masih saja duduk di sofa dan tak bergeming sedikit pun. Entah apa yang dia pikirkan. Aku mengajaknya pulang tapi tidak direspons.

Beberapa hari kemudian, istri pu­lang ke rumah. Namun sikapnya masih dingin bahkan tak mau me­minta maaf. Dia sudah tidak menga­jar lagi di TK. Entah kenapa, tiba-tiba kepala sekolah memintanya untuk tidak mengajar lagi. Usut punya usut ternyata si kepala seko­lah ditegur beberapa wali murid atas kelakuan guru itu. Mereka khawatir bila hal itu akan memberikan efek pada anak-anak mereka.

Sampai sekarang aku masih sua­minya. Tapi sejak peristiwa itu tak pernah sekalipun berhubungan intim layaknya suami istri. Bahkan aku pernah mengajak bercinta te­tapi ditolak dengan nada kasar. Dia pun hanya mengelus dada kemu­dian tidur di kamar lain.(Bersam­bung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *