Ngeri, Rumah Warga Terbelah!

by -

SUKABUMI – Dua rumah warga di Kampung Benda, RT 05/06, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak setelah tanah di perkampungan mereka tiba-tiba retak, kemarin.

Retakan tanah terus merambat membuat lantai keramik dan dinding rumah warga seperti terbelah. Sebelumnya, warga mendengar bunyi retakan disertai getaran kecil yang terus merambat hingga ke rumah mereka.

“Ada suara kretek-kretek, lalu genteng juga berjatuhan. Retakan terus merambat ke dinding, lantai keramik di ruang tengah juga seperti terbelah, ” kata Maman Sulaeman (70), warga setempat.

Maman kemudian membawa keluarganya menyelamatkan diri. Setelah berada di luar rumah, ia melihat rumah tetangganya juga mengalami kejadian serupa. Retakan di perkampungan warga itu memiliki panjang bentangan kurang lebih 50 meter. Menurut Maman, retakan tanah sebenarnya terjadi dalam sepekan terakhir. Awalnya warga berinisiatif menutup retakan tersebut dengan harapan panjang retakan tidak bertambah.

“Sudah ditambal bahkan sampai tiga meter ke dalam retakan, eh kejadian lagi hari ini. Retakannya membesar dan memanjang, ” bebernya.

Hal senada diungkapkan Apoy Juhaeji (55). Ibu rumah tangga itu mengaku sempat panik saat retakan tanah tiba-tiba bergerak ke rumahnya. Saat itu ia dan suaminya sedang berada di dalam rumah.

“Tembok ruang tengah langsung retak besar dan atap bergeser, ruang tengah ambles ke bawah. Karena takut tertimpa reruntuhan, saya dan suami langsung berlari ke luar, ” ucapnya.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi berserta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meninjau lokasi yang terdampak pergerakan tanah.

“Kami sudah mendapat laporan dari kecamatan tentang kejadian ini seminggu lalu. Saat ini kami mendatangkan pihak BMKG Bandung untuk meneliti lebih lanjut penyebab retakan, apakah karena pergerakan tanah atau hal lain, ” ucap Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Sukabumi, Nanang.

Nanang menjelaskan, akibat kejadian itu, dua rumah warga rusak.

“Dua keluarga berisi sebelas jiwa terpaksa kita minta mengungsi sementara. Kami juga berikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama yang dua rumah ini, ” ucapnya. (dtk/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *