Obat Keras Dijual Bebas di Bogor, Ada Pil KB Juga

by -

METROPOLITAN.id – Satuan Narkoba Polres Bogor merilis pengungkapan kasus narkoba selama sebulan terakhir. Selain mendapati ganja dan sabu, polisi juga mengamankan ribuan butir obat keras yang kerap disalahgunakan untuk mabuk.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengatakan, obat keras tersebut dijual secara bebas tanpa resep dokter.

Biasanya, obat yang masuk daftar G itu dikonsumsi dengan dicampur kopi, alkohol atau obat-obat lain.

“Ini obat keras, sering disalahgunakan untuk mabuk. Modus di lapangan biasanya dicampur dengan kopi dan obat lain. Padahal itu bisa merusak,” kata Andri Alam saat rilis di Mako Polres Bogor, Jumat (11/10).

Satnarkoba Polres Bogor mengamankan 38 tersangka bandar narkoba berikut barang bukti sabu, ganja dan obat keras selama sebulan belakangan. Hal itu diungkap saat rilis di Mako Polres Bogor, Jumat (11/10). (Foto: Sandika/Metropolitan)

Selain itu, polisi juga mengamankan pil KB yang dijual tidak sesuai prosedur. Pil KB dijuap bebas dan khawatir disalahgunakan juga.

Baca Juga  Polres Bogor Ungkap Peredaran Biang Tembakau Sintetis Asal China

“Obat KB masuk daftar keras. Ini disalahgunakan juga, kalau yang punya resep dokter silakan. Ini penjualannya malah tidak pakai prosedur,” terangnya.

Atas temuan tersebut, Satuan Narkoba Polres Bogor terus melakukan pemetaan. Andri Alam mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan penindakan terhadap orang atau apotek nakal yang menjual obat keras secara bebas.

“Kalau ada indikasi penjualan obat keras tanpa resep, kita lakukan pemetaan dan penindakan,” tegas Andri Alam.

Satnarkoba Polres Bogor mengamankan 38 tersangka bandar narkoba berikut barang bukti sabu, ganja dan obat keras selama sebulan belakangan saat rilis di Mako Polres Bogor, Jumat (11/10).

Sebelumnya, Polres Bogor berhasil meringkus 5 jaringan bandar narkoba di Kabupaten Bogor selama sebulan belakangan. Hasilnya, 38 bandar diamankan dari 25 kasus.

Dari 38 bandar, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat setengah kilogram, ganja 1,5 kilogram dan ribuan obat keras.

Baca Juga  Gali Lubang Emas, 2 Warga Cigudeg Diringkus Polisi

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan, seluruh tersangka yang diamankan merupakan pengedar atau bandar narkoba. 38 bandar itu ditangkap di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Satnarkoba Polres Bogor selama satu bulan belakangan berhasil mengungkap 25 kasus narkoba dengan 38 tersangka. Ada perempuan juga,” kata Joni saat rilis di Mako Polres Bogor, Jumat (11/10).

Menurutnya, ada lima jaringan besar dari pengungkapan kasus narkoba tersebut dan sudah dibabat habis dari kurir sampai bandar. Rata-rata, para pengedar ini berusia 20 – 30 tahun.

“Untuk pekerjaan mereka macam-macam, ada yang buruh, ada juga pengangguran. Proses edarnya lewat jaringan yang sudah dikenal. Sisanya kita cari bandarnya yang kemungkinan ada dari luar Bogor juga,” ungkapnya. (fin)

Baca Juga  Dulu Ditolak, Kini Sopir Ojol Diterima Polri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *