Pembangunan Rel Ganda Turunkan Tim Terpadu

by -

METROPOLITAN – Nasib para warga terdampak pembangunan rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi hingga kini belum ada kejelasan, baik soal dana kerahiman oleh pemerintah pusat, hingga kepastian tempat relokasi yang dijanjikan untuk difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Sejak 2 Oktober lalu, tim dari Balai Perkeretaapian Jawa Barat bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai penilai independen masih berada di lapangan untuk melakukan validasi data dan penilaian terhadap bangunan-bangunan terdampak.

“Hari ini (kemarin, red) masih berjalan di Kelurahan Empang. Sementara jadwal yang mereka informasikan pekerjaan itu hanya sampai Rabu (9/10) besok. Sepertinya yang terdata ada sekitar 600-an bangunan mah. Situasi ya aman lah, warga terdampak juga kelihatan kooperatif,” kata Camat Bogor Selatan, Atep Budiman saat dihubungi awak media, kemarin.

Baca Juga  Tes Rapid di Stasiun Bogor, 4 Orang Dari Luar Kota Bogor Reaktif

Mantan camat Bogor Utara itu menambahkan, setelah jadwal penilaian selesai sesuai jadwal pada 9 Oktober mendatang, pihaknya masih menunggu kabar jadwal lanjutan dari Provinsi Jawa Barat selaku Tim Terpadu.

Hingga saat ini, kata Atep, validasi data dan penilaian bangunan sudah rampung di tiga kelurahan, yakni satu kelurahan di Bogor Selatan dan dua kelurahan lainnya di Kecamatan Bogor Tengah, yaitu Kelurahan Paledang dan kelurahan Gudang. “Kalau di (Bogor) Selatan, yang sudah selesai itu Kelurahan Bondongan. Nah (Kelurahan) Empang ini masih on progres lah. Kendalanya katanya sih sprint lapangannya memang turun bertahap oleh provinsi-nya,” ujar pria yang hobi bermain sepakbola ini.

Saat ditanya soal progres relokasi warga terdampak, pihaknya mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Sebab, berbagai opsi yang sempat mengemuka, mulai dari pemindahan warga terdampak ke lahan aset milik Pemkot Bogor, hingga dibuatkannya rumah susun (rusunami), hingga saat ini belum juga menemui titik terang. Menurutnya, berbagai kemungkinan tempat relokasi masih dalam proses di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bogor.

Baca Juga  Rp32 M demi Infrastruktur

“Masih dalam proses itu sih. Misalnya untuk aset lahannya, masih digodok BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, red),  ada juga yang di Disperumkim (Perumahan dan Pemukiman, red) soal program pembangunan infrastruktur bersubsidi,  ada juga di Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR, red),” ujarnya.

Terpisah, Ketua RW 09 Kelurahan Batutulis, Ohi mengatakan, dirinya bersama warga lain sangat sadar, lahan yang digunakan puluhan tahun itu merupakan tanah milik negara. Sehingga pada dasarnya tidak keberatan dengan rencana pembangunan rel ganda. Namun warga berharap pemerintah peduli bagaimana nasib mereka selanjutnya atau tempat tinggal mereka jika direlokasi.

Sekalipun nantinya uang kerahiman yang turun sesuai dengan keinginan warga, belum adanya tempat baru bisa menjadi persoalan anyar karena ribuan warga bakal terlantar. “Jumlah kan masih dibahas belum fix. Tapi kalaupun sesuai jumlahnya, kalau nggak ada rumah atau tempat pengganti, ya bagaimana. Semoga ada titik cerah dari pemkot,” pungkasnya. (ryn/c/yok)

Baca Juga  Command Center Siliwangi Segera Rampung, Perumda Tirta Pakuan Bakal Mampu Tangani Masalah Lebih Cepat dan Efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published.