Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Jati

by -

METROPOLITAN – Lagi, pengendara motor harus meregang nyawa akibat tertimpa pohon di Jalan Raya Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Senin (28/10) sekitar pukul 16:15 WIB. Agus Sunardi (44) sedang mengendari sepeda motornya dari arah Bogor menuju Leuwiliang. Tepat di Desa Cemplang, Kampung Pasirangin, RT 14/04, tiba-tiba pohon jati menimpanya.

“Peristiwa itu terjadi lantaran sedang hujan deras disertai angin di wilayah tersebut,” ujar Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Hidayat kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, proses evakuasi korban tak berlangsung lama. Setelah dilakukan evakuasi, korban pun dibawa ke RSUD Leuwiliang dan mengabari pihak keluarga untuk dijemput dan disemayamkan.

“Tidak ada autopsi karena ini murni kecelakaan tunggal. Sementara untuk sepeda motor korban, Honda Beat F 6094 FAI, diamankan di Polsek Cibungbulang. Nanti pihak keluarga bisa mengambil unit ke sini,” kata Ade Hidayat.

Di tempat berbeda, Pejabat Sementara Kepala Desa (Pjs Kades) Galuga Adi menjelaskan, korban berhasil dievakuasi setelah alat berat mengangkat batang pohon yang menimpa korban. “Sempat macet dari dua arah tapi lekas terurai ketika pohon dan korban dievakuasi alat berat,” bebernya.

Baca Juga  Mandiri Berdasarkan Iman dan Takwa

Sementara seorang pengendara lainnya, Agus (37), mengaku kaget dengan kejadian pohon besar yang roboh hingga melintang di jalur tersebut. “Saya lihat dari jauh pohon besar jatuh ke tengah jalan. Pengendara yang melintas dari dua arah semuanya berhenti, dikhawatirkan tertimpa pohon lainnya,” terangnya.

Menyikapi peristiwa tersebut, Dinas Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bogor melalui Kasi Pertamanan, Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum, Teguh Budiono, mengaku pihaknya akan melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang berpotensi patah oleh angin maupun hujan. “Baik karena cabang yang sudah terlalu panjang maupun yang sudah terlihat kering,” paparnya.

Saat ini, area pemantauan untuk pohon-pohon tua di Kabupaten Bogor masih terbatas dan masih dipusatkan di Cibinong dan sekitarnya (Cibinong Raya, red), dengan memerhatikan dahan-dahan yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga  Kantor Desa Karehkel Ditopang Bambu

“Hal ini karena adanya keterbatasan kewenangan, terutama terkait status jalan provinsi atau jalan nasional, sehingga tidak bisa begitu saja memangkas pohon di jalur tersebut,” jelasnya.

Sedangkan untuk data pasti terkait pohon tumbang di Kabupaten Bogor, ia mengaku belum bisa menunjukkannya lantaran tercatat di tempatnya bekerja. “Untuk datanya ada di kantor. Mungkin besok. Karena sekarang sudah pulang dinas,” paparnya.

Ia berharap sebagian kegiatan pengawasan dan pemangkasan pohon bisa dilakukan atau didelegasikan ke UPT (saat ini sedang dalam upaya menyusun juklaknya, red). Namun, ia mengaku lagi-lagi sangat terkendala SDM yang terbatas, baik jumlah maupun kemampuan keahlian.

“Kami hanya punya satu regu (tiga orang, red) pemangkas pohon yang mempunyai keahlian. Sedangkan kawasan Bogor sangat luas di 40 kecamatan. Ini juga menjadi kendala. Saya berharap adanya UPT karena Kabupaten Bogor sangat luas,” ungkapnya.

Baca Juga  Lapor Bupati! Desa Barengkok Kebanjiran

Informasi yang dihimpun Metropolitan, hujan disertai angin beberapa hari terakhir ini lantaran perubahan musim kemarau ke musim hujan (pancaroba) dan diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2019.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra menuturkan, pancaroba terlihat dari awan yang tumbuh (kumulonimbus, red) yang menghasilkan hujan lebat dalam waktu singkat, termasuk angin kencang, petir hingga hujan es.

“Kondisi ini berlangsung sampai Desember. Untuk waktunya, siang sampai malam hari. Kami mengimbau agar masyarakat dan pengguna jalan lebih waspada. Kalau sudah mendengar suara petir menggelegar, itu tandanya awan kumulonimbus sudah fase matang. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame dan saung,” imbaunya. (ads/yos/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.