Pengoplos Gas Elpiji di Bogor Diringkus, Sehari Kantongi Rp10 Juta

by -

METROPOLITAN.id – Polisi berhasil mengungkap kasus pengoplosan gas elpiji di Rumpin, Kabupaten Bogor. Dalam sehari, pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp10 juta dari praktik haram tersebut.

Satu pelaku yang berhasil ditangkap, KM biasanya mengoplos dengan memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas berukuran 12 dan 50 kilogram.

Dari hasil oplosan tersebut, pelaku mendapat keuntungan Rp40 ribu dari tiap tabung gas 12 kilogram dan Rp100 ribu untuk tabung 50 kilogram.

“Income per hari rata’rata Rp10 juta,” kata Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni saat rilis di Mako Polres Bogor, Selasa (15/10).

Menurutnya, pelaku memasarkan sendiri gas oplosannya. Gas tersebut didistribusikan ke rumah makan, pabrik industri dan hotel. Mereka tidak mengetahui gas yang dijual merupakan hasil suntikan.

Baca Juga  Buntut Kasus Meninggalnya Bocah SD di Tasikmalaya, Apa yang Harusnya Dilakukan Guru jika ada Bullying di Sekolah?

“Jadi pelaku ini sudah punya langganan,” terangnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru menjalani praktik pengoplosan ini selama tiga bulan.

“Pengoplosan dilakukan di dalam sebuah gudang di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 3 unit mobil gran max bak terbuka, 434 buah tabung gas elpiji 3 KG (isi), 10 buah tabung gas elpiji 3 KG (kosong), 2 buah tabung gas elpiji 12 KG (kosong), 20 buah tabung gas 50 KG (isi), 1 buah timbangan elektronik dan 24 buah selang suntikan.

Pelaku selanjutnya dikenakan Pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) b & c UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen danatau pasal 53 b,c,&d UU no 22 tahun 2001 tentang Migas dan atau pasal 32 (2) jo pasal 30 UU no 02 tahun 1981 tentang Meterology Legal. Ancaman hukuman lebih dari 5 tahun dan denda lebih dari Rp30 miliar. (fin)

Baca Juga  Tegiur Keuntungan Besar, Mahasiswa Asal Jakarta Selatan Nekat Jadi Bandar Tembakau Sintetis

Leave a Reply

Your email address will not be published.