Proyek Hotel Sayaga Tunggu ’Restu’ Jaksa

by -
MANGKRAK: Pembangunan Hotel Sayaga sampai saat ini belum dilanjutkan karena masih menunggu pendapat LO dari kejari agar tidak bermasalah di kemudian hari.

METROPOLITAN – Pembangunan Hotel Sayaga di kawasan Jalan Tegar Beriman kini dibiarkan mangkrak.

Hingga kini, bangunan yang telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah itu belum juga dilanjutkan.

Direktur Utama (Dirut) PT Sayaga Wisata Supriadi Jufri menjelaskan, mangkraknya pembangunan itu dikarenakan saat ini pihaknya masih mencari jalan keluar untuk melanjutkan pembangunan yang tertunda.

Sebab, keberadaan peraturan presiden (perpres) mengharuskan sisa pekerjaan dilakukan secara penunjukan langsung kontraktor yang akan membangun.

Sedangkan pihaknya menginginkan adanya lelang. Dua kemungkinan itu masih menjadi pertimbangan. Namun, sistem lelang yang dikehendaki juga masih berada di ambang keraguan.

Untuk memastikannya, Jufri mengaku PT Sayaga Wisata tengah meminta pendapat Legal Opinion (LO) seperti pihak kejaksaan, untuk memantapkan langkah mana yang harus diambil guna keberlanjutan pembangunan.

Baca Juga  Binis Hancur saat Pandemi Covid-19, PT Sayaga Wisata Rintis Usaha Baru

”Kita menghendaki lelang karena kita lebih melihat dari sisi safety-nya. Namun memang lelang itu waktunya agak lambat. Makanya kami minta LO untuk dilanjutkan pembahasan, takutnya ini melanggar aturan,” ujarnya kepada Metropolitan.

Namun untuk di tingkat daerah, Jufri mengatakan bahwa hal tersebut sudah dibahas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.

Hanya saja pihak kejari masih perlu meminta pendapat dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat.

”Nanti akan ada ekspos. Dan kalau mereka mengatakan boleh lelang, maka akan segera kami lakukan. Tapi kalau harus tunjuk langsung ya mau nggak mau kita ikuti,” kata Jufri.

Di samping itu, ia mengklaim saat ini progres pembangunan Hotel Sayaga sudah sekitar 80 persen.

Baca Juga  Kelola Modal, Sayaga Gandeng Kejari Cibinong

Sisanya tinggal penyelesaian eksterior seperti lobi.

”Kalau dari sisi bangunan itu sudah ready, istilahnya tinggal ngerapiin saja. Karena yang paling penting kan finishingnya,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kasi Intel Kejari Regie Komara membenarkan adanya pengajuan LO dari direksi Sayaga.

Saat ini pihaknya sedang mengekspos hal tersebut ke Kejati Bandung agar ada ketersambungan opini.

”Iya benar, tapi karena ini bidangnya Kasi Datun, nanti koordinasi dengan beliau ya,” singkatnya.

Untuk diketahui, direksi PT Sayaga Wisata awalnya menargetkan hotel tersebut rampung pada 2019, setelah mendapat persetujuan Penambahan Modal Pemerintah (PMP) tahap kedua dari DPRD Kabupaten Bogor sebesar Rp67 miliar pada November 2018.

Namun, target itu tak kunjung selesai. Pembangunan Hotel Sayaga itu secara keseluruhan menghabiskan anggaran sekitar Rp140 miliar. (cr2/b/ els/run)

Baca Juga  Pemeran Rudy Habibie Sapa Ribuan Penggemar di CCM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *