Trotoar Surken cuma Nambah 60 Cm

by -
BERUBAH DESAIN: Proyek pelebaran pedestrian Suryakencana masih dalam proses pembongkaran. Akhirnya desain proyek tersebut berubah lantaran ada warga yang keberatan soal besaran jumlah pelebaran.

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan pelebaran trotoar Jalan Suryakencana hanya bertambah 60 centimeter dari kondisi eksisting yang ada. Hal itu diputuskan setelah Pemkot Bogor melakukan berbagai pertemuan dengan warga pemilik toko yang keberatan akan rencana pelebaran trotoar di sisi kiri jalan Pecinan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, setelah melalui berbagai pertemuan dengan warga pemilik toko yang keberatan, hingga beberapa kali pengukuran ulang, Pemkot Bogor bersepakat untuk melebarkan trotoar hanya menjadi 2,6 meter alias hanya menambah 60 sentimeter dari kondisi eksisting. Jumlah itu disebut sudah disepakati bersama warga.

“Dari kondisi eksisting, ditambah nantinya untuk boks culvert, boks utilitas dan PJU (Penerang Jalan Umum, red), jadinya nambahnya 60 sentimeter ya. Bagian PJU agak nongol dikit,” kata Chusnul saat ditemui Metropolitan, di Balai Kota Bogor, akhir pekan lalu.

Penambahan itu, sambung Chusnul, juga menjadi solusi paling ‘masuk akal’ lantaran masih menyesuaikan dengan keinginan warga pemilik toko. Sempat ada wacana desain sirip naga pada penambahan pedestrian, untuk memberi ruang pada fasilitas parkir. Namun dari kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub), desain itu berpotensi membuat krodit arus lalu lintas dan jadi hambatan untuk kendaraan yang tengah melintas.

Tak cuma itu, kata dia, perubahan desain dari awal rencana pelebaran sebesar 3,5 meter, menjadi 2,6 meter setelah kesepakatan, juga dipastikan bakal adanya hitung ulang. Dia juga memastikan adanya Contract Change Order (CCO) setelah ada perubahan ketika harusnya menjadi 3,5 meter, akhirnya hanya jadi cuma menambah 2,6 meter.

“Tentu ada hitung ulang, CCO, perubahan tertulis antara PPK dan penyedia jasa untuk ubah kondisi dokumen kontrak awal, dengan menambah atau mengurangi pekerjaan, ini bisa ubah biaya dan jadwal pekerjaan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, perwakilan pelaksana PT Pulau Biru Ansor, Suwandi enggan memberikan penjelasan terkait kepastian jumlah pelebaran trotoar yang berujung pada penghitungan ulang pekerjaan. Padahal, dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), pekerjaan proyek Surken tahap II ini harus selsai dalam 120 hari kerja, alias hingga akhir Desember 2019.

Ia mengaku, untuk kegiatan yang sedang berjalan sejak bulan lalu, pihaknya masih fokus pada pekerjaan drainase dan utilitas terlebih dahulu. Sambil menunggu kepastian dari pemilik pekerjaan. “Saya belum bisa kasih statement apa-apa dulu, karena kami belum dapat pemberitahuan lebih lanjut soal jadinya trotoar tersebut,” singkatnya. (ryn/b/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *