Waduh! Menu MPASI yang Salah Picu Stunting

by -

METROPOLITAN – Spesialis Anak, dr Agnes, mengatakan pemberian menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kurang tepat bisa menyebabkan anak terkena stunting. Untuk itu, ia menyarankan kepada kaum ibu agar saat memberikan MPASI harus memperhatikan unsur mikronutrien dan makronutrien.

“Katanya MPASI tunggal itu adalah makanan pendamping ASI yang disarankan WHO dan diberikan pada dua minggu pertama. Padahal WHO tak pernah memberikan statement seperti itu,” kata dr Agnes.

Makanan pendamping ASI tunggal ini contohnya hanya memberikan satu makanan tertentu saja selama dua minggu. Misalnya hanya pisang, avokad atau apel. Padahal ini tidak tepat. “Menu MPASI, kandungan zat gizinya harus sama dengan ASI, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral,” pesan dr. Agnes.

Lemak seringkali terabaikan saat pemberian MPASI. Padahal lemak sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi. Untuk sumber lemak dan protein, menurut dr. Agnes bisa didapatkan dari avokad atau kacang-kacangan, tapi disarankan dari sumber hewani. Seperti ikan, daging atau ayam.

Baca Juga  Gempa 6,6 SR di Poso

Ia juga menyarankan untuk memadukan menu MPASI rumahan dengan menu makanan bayi kemasan. Pasalnya, makanan bayi kemasan sudah terfortifikasi, yaitu mendapat zat besi tambahan yang bisa memenuhi kebutuhan bayi per hari.

“Jadi kebutuhan zat gizi bayi terpenuhi secara optimal. Bukan hanya vitamin dari sayuran dan buah saja, karena dianggap sehat. Tapi juga asupan protein dan zat besi yang sangat penting bagi pertumbuhan otaknya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, memasuki usia 6 bulan, bayi biasanya sudah diperkenankan untuk mencicipi MPASI. Di momen ini, orang tua harus mengetahui makanan padat seperti apa untuk si kecil. Ibu tidak perlu menjadi seorang masterchef hanya untuk membuat MPASI. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan si kecil mendapatkan asupan gizi lengkap.

Baca Juga  Apresiasi Bazzar Perempuan Golkar, Airlangga Hartarto : Hidupkan UMKM Jelang Ramadan

Pastikan untuk membuat berbagai macam menu MPASI untuk diberikan setiap hari. Jangan terpaku hanya pada salah satu bahan baku. Tak selalu sayur, ibu juga harus perhatikan asupan protein hewani yang penting untuk pertumbuhannya. Dilansir dari Purewow, berikut ini ide menu MPASI untuk balita:

Bayi sudah diperbolehkan mengonsumsi MPASI ketika ia sudah mampu duduk dengan tegak. Mulailah dari makanan lunak seperti puree buah-buahan. Pisang menjadi menu populer di kalangan ibu dan balita. Buah ini bersifat lembut di mulut dan perut bayi. Tapi hati-hati, terlalu banyak pisang bisa memicu sembelit.

Selain pisang, ibu juga bisa melumatkan buah alpukat. Buah ini penting untuk perkembangan otak dan motorik anak. Selain itu, kacang polong juga bisa dijadikan sebagai menu MPASI yang mengandung vitamin A, C, protein, zat besi dan kaya akan kalsium.

Baca Juga  Jelang Libur Nataru, Penumpang Terminal Baranangsiang Masih Normal

Memasuki usia 7 bulan, bayi sudah bisa mengonsumsi banyak makanan dalam satu menu sekaligus. Kombinasi sayur seperti kentang, wortel, kacang polong dan ikan dapat dibuat hanya dalam waktu singkat. Tekstur padat dari sayuran dapat melatih si kecil untuk mengenal rasa.

Anda juga bisa melumatkan buah beet dan blueberry yang kaya akan antioksidan, vitamin serta serat. Campurkan dengan sereal bayi untuk mendapatkan tekstur lebih padat.

Setelah 9 bulan, bayi bisa mengonsumsi puree yang lebih kasar. Anda juga bisa menambahkan produk susu jika si kecil tidak alergi, seperti keju dan yogurt. Cobalah memperkenalkan daging sapi pada anak. Lumatkan daging sapi sebagai asupan zat besi dan protein hewani. Selain daging sapi, ibu juga bisa menggantinya dengan daging ayam atau ikan. Hindari pemakaian garam berlebih untuk balita ya.(drm/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *