2 Anak Korban Penyekapan “Debt Collector”

by -

METROPOLITAN – Dua anak yang menjadi korban penyekapan yang dilakukan AL, debt collector atau juru tagih di salah satu koperasi simpan pinjam di Batam, berharap bisa secepatnya bersekolah. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial saat dihubungi melalui telepon, Rabu (27/11/2019). Menurut Erry, harapan ini disampaikan anak paling besar yang mengaku kangen dengan teman-temannya di sekolah.

“Yang paling besar sudah mulai bertanya kepada ibunya, kapan dia bisa kembali ke sekolah,” kata Erry.

Menurut Erry, hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa psikis dua anak yang menjadi korban penyekapan AL itu benar-benar pulih. Namun demikian, Erry tetap berharap kasus ini terus jalan, apalagi korban tetap tidak mau mencabut laporannya meski sudah ada beberapa perwakilan pelaku melobi korban.

“Setidaknya kasus ini bisa menjadi pembelajaran untuk yang lainnya, untuk selalu mengedepankan aturan, bukan seenaknya,” jelas Erry.

Sementara itu, Elis, korban penyekapan mengaku tidak akan mencabut laporannya. Ia menyerahkan sepenuhnya ke polisi.

“Saya bukan tidak mau membayar, namun uangnya memang belum ada, lagipula belum masuk masa jatuh tempo, kecuali kalau sudah masuk jatuh tempo,” katanya.

Elis mengaku kecewa dengan kejadian ini karena ia diperlakukan seperti penjahat.

“Jangankan untuk keluar rumah, untuk beli makanan pun kami tidak bisa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *