200 Debitur Ajukan KPR di BTN

by -
KREDIT RUMAH: Jajaran PT BTN saat foto bersama usai menggelar akad KPR secara massal untuk masy-arakat berpenghasilan rendah.

METROPOLITAN – Jelang tutup buku, PT Bank Tabungan Negara menggelar akad kredit pemilikan rumah (KPR) secara massal, bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target penyaluran kredit dengan skema  Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT.

Proses akad massal ini berlangsung selama lima hari, sejak 25 November sampai 29 November 2019.

Direktur Consumer dan Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, lewat akad kredit massal ini, pihaknya berhasil menyalurkan KPR dengan skema BP2BT sebanyak lebih dari 1.200 unit. Salah satu lokasi penyelenggaraan akad massal KPR dengan skema BP2PT adalah kantor cabang Bogor dengan jumlah peserta sebanyak 200 debitur. 

Pengajuan BP2BT kami pacu seiring menipisnya kuota  FLPP. Sehingga akhir tahun ini kami optimistis dapat menyelesaikan target penyaluran BP2BT untuk 5.635 unit rumah,” kata Hirwandi.

Baca Juga  BTN Targetkan 750 Ribu KPR 2018

Sebagai informasi, sepanjang 2019 BTN diperkirakan telah menyalurkan KPR dengan skema BP2BT untuk 5.635 unit rumah atau senilai Rp609 miliar. Dengan pencapaian tersebut, BTN menjadi bank pelaksana penyalur KPR dengan skema BP2BT terbanyak di Indonesia.

Hirwandi menjelaskan, KPR yang disalurkan dengan skema BP2BT tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah dengan Bank Dunia. Adapun dalam skema ini, yang diterima konsumen adalah keringanan uang muka, karena BP2BT memberikan subsidi uang muka hingga 40 persen atau dengan jumlah maksimal Rp40 juta untuk pembelian rumah tapak.  

Sementara suku bunga pada KPR BP2BT mengikuti suku bunga komersial. Menurut Hirwandi, pihaknya akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan KPR ini.

Baca Juga  BTN Targetkan 750 Ribu KPR 2018

Di antaranya belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dalam bentuk apapun, dan memiliki penghasilan  maksimal Rp6,5 juta (Jika akan membeli rumah tapak) dan Rp8,5 juta (Jika ingin membeli rumah susun). Serta, sudah menabung di Bank selama tiga bulan dengan batasan saldo pada saat pengajuan sebesar Rp2-5 juta (Tergantung besar penghasilan).

Untuk memudahkan penyaluran KPR Subsidi dengan skema BP2BT mau pun FLPP, kami aktif menjalin kerja sama perusahaan swasta atau pun BUMN yang memiliki karyawan dengan persyaratan di atas. Contohnya Grab, Gojek dan Bluebird, serta sejumlah asosiasi profesi diantaranya Asosiasi pencukur rambut Garut dan Asosiasi penjual mie dan bakso,” ungkapnya. (BIS/FEB)

Baca Juga  BTN Targetkan 750 Ribu KPR 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.