Danlantaman Ambon Minta Prajurit AL Jauhi Narkoba

by -

METROPOLITAN.id – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX Ambon, Laksmana Pertama TNI Budi Purwanto mengimbau agar prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Saumlaki menghindari penyakit dan perbuatan melawan aturan. Dirinya juga menekankan prajurit agar menjauhi narkoba.

Pernyatan tersebut disampaikan Budi saat tatap muka bersama perwira dan prajurit Lanal Saumlaki di gedung serbaguna Jl.Slamet Riyadi Dusun Lakateru, Desa Olilit Raya, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (31/10).

Budi meminta jajarannya harus siap bertugas di manapun, termasuk para istri. Dirinya juga meminta Lanal selalu menjaga sinergitas dengan instansi di daerah.

“Karena Lanal itu merupakan cerimanan dari TNI AL,” kata Budi didampingi Ketua Jalasenastri Korcab IX, Dhiyah kusumawati

Baca Juga  Warga Ciseeng Mulai Vaksinator TNI AL Jemput Bola di Kecamatan Ciomas, Sempat Kaget Pekerja Bengkel Sepatu Senang Akhirnya Divaksin

Dalam kesempatan itu, secara tegas Budi meminta agar setiap prajurit tidak menggunakan narkoba dan jangan pernah mencoba menggunakan atau menjadi pengedar.

Jika ada yang coba-coba membandel, sanksi tegas siap menanti dan tak segan-segan dikeluarkan langsung dari instansi.

“Setiap prajurit yang menggunakan narkoba juga tidak ada yang di rehabilitasi, kecuali setelah di keluarkan dari instansi,” tegasnya.

Menurut Budi, setiap prajurit harus mensyukuri dan harus bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari gaji yang terima. Pemerintah juga sudah memikirkan kesejahteraan kebutuhan prajurit.

Meski demikian, tak melarang anggotanya mencari tambahan di luar. Yang jelas, tambahan tersebut bukan hasil kegiatan ilegal.

“Setiap prajurit juga harus mengindari kegiatan radikalisme. Jika ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama masing-masing yang di anut, segera minta konsultasi kepada Paroh di Lanal,” pesan Budi.

Baca Juga  Hebat,Peleton 10 Juarai Ketangkasan AKS TNI AL

Dalam kesempatan itu, Budi mengingatakan juga kepada prajurit agar menghindari HIV/AIDS. Setiap prajurit yang sudah berkeluarga diperkenankan membawa isteri atau keluarga masing-masing prajurit jika memungkinkan.

“Kalau memang tidak bisa bawa, setiap prajurit harus benar-benar bisa menjaga diri dan jangan sampai terjadi ada yang terkena HIV/AIDS,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Budi meminta prajurit beserta isteri bisa menggunakan media sosial dengan tepat. Setiap prajurit juga diminta menjaga keharmonisan keluarga.

Jangan sampai, setiap prajurit atau isteri mudah terpengaruh dengan omongan orang lain yang bisa merusak keharmonisan keluarga.

“Untuk isteri dukunglah suami agar suami bisa menjadi prajurit yg berkarier dan berprestasi, karena keberhasilan prajurit bisa tercapai dengan dukungan dari isteri,” pungkas Budi. (*/fin)

Baca Juga  Rayakan Hari Santri, Remaja Cileungsi Tewas Tenggelam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *