Dituntut 10 Bulan, Kriss Hatta ‘Nyanyi’ di Pengadilan

by -

METROPOLITAN – Tuntutan 10 bulan penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendapat sorotan tajam dari Kriss Hatta. Sang aktor menganggap JPU tidak adil dalam mengajukan tuntutan.

“Iya tidak adil,” ujar Kriss Hatta usai sidang tuntutan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bukan tanpa alasan Kriss Hatta merasa tidak mendapat keadilan. Sebab sebelumnya, Kriss sempat mendengar cerita dari salah satu pelaku tindak penganiayaan berat yang divonis jauh lebih ringan.

“Ini real banget cerita ketika aku di Rutan Cipinang, ketemu sama seseorang yang baru mau bebas. Kena Pasalnya 351 ayat (1). Dia bacok istrinya karena dia enggak ngakuin dia sebagai suaminya di depan pacarnya. Itu divonis 5 bulan saja,” beber sang aktor.

Dari situlah letak ketidakadilan versi Kriss Hatta tercetus. Mengingat dalam kasusnya, Kriss hanya satu kali memukul Antony Hillenaar. Sementara pelaku lain yang jelas menyerang memakai senjata tajam hanya divonis setengah dari tuntutannya.

“Sajam (senjata tajam) tuh sudah masuk undang-undang darurat. Divonis 5 bulan. Saya dituntut 10 bulan hanya sekepret saja,” tutur Kriss Hatta.

Kriss juga lantas membandingkan kasusnya dengan Jefri Nichol. Menurutnya, Jefri mendapat hukuman yang sangat ringan dalam kasus yang lebih berat yakni penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

“Jefri Nichol dituntut 10 bulan atas kasus narkoba, padahal narkoba adalah musuhnya negara,” kata pria 31 tahun.

Kendati demikian, Kriss Hatta tak mau terlalu kecewa dengan tuntutan JPU. Dia memilih memanfaatkan kesempatan membela diri dalam agenda pledoi di sidang mendatang.

Kalian harus dengar apa yang akan saya utarakan dalam pledoi. Ini seru banget. Ini sidang gue anggap seperti game ya, bukan sebuah musibah yang harus gue hadapi,” pungkas Kriss. (okz/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *