Geng Motor Kembali Beraksi di Bogor

by -

METROPOLITAN – Jalanan Kota Bogor pada malam hari kembali mencekam. Bagaimana tidak, dalam waktu satu malam empat korban jadi sasaran penyerangan yang diduga dilakukan segerombolan geng motor, Minggu (24/11) dini hari jelang Subuh di beberapa tempat. Salah satunya MNR (17). Mahasiswa yang tinggal di Karadenan, Kecamatan Cibinong itu harus rela mendapat 78 jahitan di punggung lantaran mendapat luka bacokan gerombolan geng motor saat melintas di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, tak jauh setelah melewati simpang Jalan Salak.

MNR menceritakan, awalnya Minggu pukul 02:00 dini hari ia sedang menunggu rekannya di sekitaran simpang Jalan Lodaya, Bogor Tengah, untuk menginap di rumah temannya di kawasan Gunungbatu. Namun rencana itu urung terjadi, sehingga pemuda 18 tahun itu meminta adiknya, N (14), menjemputnya pulang. Nahas, saat melewati simpang Telkom, dari arah berlawanan muncul sekelompok pengendara sepeda motor yang rupanya bersenjata tajam dan tengah mencari ‘mangsa’.

“Waktu itu saya yang ngeh, ada dua-tiga orang yang turun ke arah kami, melewati pembatas jalan tiba-tiba melayangkan celuritnya. Saya yang duduk dibonceng, reflek menutup adik saya dari sabetan celurit. Akhirnya saya yang kena dan bersimbah darah, ada dua kali tusukan mah,” katanya saat ditemui Metropolitan di RSUD Kota Bogor, kemarin.

Seketika, adiknya yang membawa motor itu pun panik dan  tancap gas ke arah Warungjambu. Setibanya di wilayah Ahmad Yani, mereka baru sadar bahwa sudah tidak dikejar oleh sekelompok pengendara motor bersajam yang jumlahnya diperkirakan mencapai 15 unit sepeda motor. “Di situ saya sudah kunang-kunang. Akhirnya N bawa saya ke RS Salak untuk mendapat perawatan, sebelum dirujuk ke RSUD,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Amankan 92 Pelaku Tawuran di Bogor, 21 Ditetapkan Jadi Tersangka

Ia pun terluka di bagian belakang, punggung kiri dan di bawah leher, masing-masing mendapat 70 jahitan dan delapan jahitan akibat sabetan celurit itu. MNR masih terbaring lemas di RSUD Kota Bogor. Ia mengakui tidak mengenal sama sekali gerombolan geng motor tersebut dan kaget saat tiba-tiba dikeroyok dengan senjata tajam.

“Mungkin kalau kena adik saya, kita semua yang di motor jatuh. Saya lindungi jadi dia bisa tancap gas. Nggak kenal ya, itu babi buta saja, karena saat itu di jalanan yang searah ya cuma kami. Jadi kami yang kena sasarannya,” tegasnya sembari menahan sakit di punggungnya.

Kejadian itu sedikitnya menimbulkan trauma tersendiri, baik bagi MNR maupun Oka (45), orang tua korban. Ia merasa beruntung anak-anaknya masih bisa diselamatkan dan tak perlu kehilangan nyawa sia-sia di tangan segerombolan orang bersajam itu. Oka pun meminta pemerintah setempat dan aparat kepolisian mengambil tindakan tegas saat keamanan dan kenyamanan kota, terlebih di jalanan pada malam hari, mulai terganggu dengan aksi yang dilakukan diduga geng motor yang mencari korban itu.

Baca Juga  Duit Bantuan Corona Dipakai Beli Baju Lebaran, Siap-siap Dicabut

“Cukup anak saya saja deh, jangan ada korban lagi. Ini juga menyangkut keamanan ya. Kalau setiap malam ada orang-orang yang berniat mencederai orang lain tentu bikin risau. Tugas pemerintah dan kepolisian menyikapi ini. Jalanan mulai berbahaya di malam hari,” terangnya.

Sementara itu, Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setelah membacok korban, pelaku langsung meninggalkan TKP. Korban alami luka bacok di punggung dan bahu. Dirawat di RS Salak.

Kepolisian belum mengetahui motif sekelompok geng motor itu melakukan penyerangan. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan. Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifudin Gayo, membenarkan kejadian tersebut. “Masih dalam penanganan. Anggota saya masih melakukan pemeriksaan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, tidak hanya di Bogor Tengah, kelompok geng motor tersebut ditengarai melakukan penyerangan dan pengeroyokan kepada tiga warga Tanahsareal, Kota Bogor,  hingga luka-luka. Penyerangan terjadi pada Minggu (24/11) dini hari sekitar pukul 03:30 WIB. Saat itu tiga korban sedang berkumpul di pinggir jalan di Gang Masjid, depan warung Stick and Shake, Kelurahan TanahSareal, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

Tiba-tiba sekitar 30 orang yang diduga berasal dari salah satu geng motor mendatangi korban. Mereka langsung turun dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, tiga korban yang merupakan warga sekitar mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya.

Baca Juga  Tiga Hari Menghilang, Warga Bogor Ditemukan Tewas Ngambang di Depok

Korban yang diketahui bernama Husien (42) mengalami luka di bagian leher dan badan. Ia dibawa ke RS PMI Kota Bogor. Sedangkan Ali Rediansyah (17) mengalami luka di bagian dada dan dibawa ke RS PMI Bogor serta Hermawan (17) mengalami luka di bagian badan dan kaki lalu dilarikan ke Rumah Sakit Azra, Kota Bogor.

Saat kejadian korban sempat melakukan perlawanan dengan membela diri tanpa senjata tajam. Sehingga dua orang dari kelompok penyerang, yaitu FR (23) dan FH (29), berhasil diamankan. Aksi penyerangan ini diduga karena beberapa orang di kelompok geng motor itu memiliki dendam ke salah satu ormas.

Kapolsek Tanahsareal, AKP Sarif Samsu, mengatakan, telah terjadi penyerangan dan pengeroyokan terhadap warga sekitar yang diduga dilakukan Kelompok Geng Motor XTC. Menurutnya, kedua terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Tanahsareal, di antaranya inisial FR asal warga Kabupaten Cianjur dan inisial FH warga Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara.

Ia menjelaskan, sekelompok orang itu langsung turun dari motor dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam. Saat itu korban melawan tanpa senjata tajam, sehingga dua orang dari kelompok penyerang bisa diamankan. “Saat ini kejadian tersebut ditangani Polsek Tanahsareal, dibantu untuk proses penyelidikan Reskrim Polres Bogor Kota untuk pengembangan selanjutnya,” ungkap Sarif.(ryn/mul/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.