Gila Gim Online, Pemuda Bunuh Sopir Taksi Online di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Masih ingat penemuan sopir taksi online yang tewas bersimbah darah di dalam mobilnya di Kota Bogor beberapa hari lalu? Ya, Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus korban pembunuhan tersebut.

Usut punya usut, pelaku merupakan pemuda 25 tahun, Fadli Pratama. Pelaku berhasil diringkus Polresta Bogor Kota, Sabtu (2/11) malam sekitar pukul 23:45 di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.

Motifnya, pelaku ingin menguasai harta korban. Sebab saat itu pelaku butuh uang untuk membetulkan laptopnya yang rusak.

Laptop tersebut sehari-hari memang digunakan pelaku untuk bermain gim online. Pelaku diketahui kecanduan berat gim online.

“Pelaku tidak punya pekerjaan, ia terlilit gam online. Sangat kecanduan. Ia ingin membetulkan laptop untuk main gim dan akhirnya merampok,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser saat rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (4/11).

Pelaku sendiri sudah merencanakan aksinya. Awalnya, ia memesan taksi online. Namun di tengah jalan, pelaku meminta mampir di ATM BRI Unit Harjasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Pelaku beralasan akan mengambil uang untuk membayar ongkos. Tak lama kemudian, ketika masuk kembali ke dalam mobil, pelaku membayar dengan pecahan Rp100 ribu dan berharap korban mengeluarkan dompet untuk mengambil kembalian.

Saat itulah pelaku mencoba mengambil uang yang ada di dalam dompet korban dengan menusukan pisau cutter ke leher korban.

“Tersangka membayar dengan pecahan Rp100 ribu, korban mengeluarkan dompet untuk mengambil kembalian. Pada saat itulah tersangka menusukkan cutter ke leher sebelah kiri korban,” terangnya.

Namun, dompet korban ternyata jatuh ke bawah stir. Korban yang sudah tertusuk pun sempat berteriak dan membunyikan klakson. Pelaku yang panik akhirnya melarikan diri karena khawatir aksinya keburu kepergok warga.

“Pelaku melarikan diri sebelum berhasil mendapatkan uang korban. Karena panik, korban sempat berteriak, suara klakslon dan gas dalam kondisi tinggi sehingga mengundang perhatian sekuriti. Pelaku langsung kabur dari pintu sebelah kiri dan naik ojek,” ungkap hendri.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP (primer), Pasal 338 KUHP (subsider) dan Pasal 365 KUHP Ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun sampai seumur hidup. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *