Iuran BPJS Kesehatan Naik, Buruh Hari Ini Melakukan Demo

by -
Iuran BPJS Kesehatan

METROPOLITAN – Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI menolak Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Penolakan tersebut akan disampaikan melalui demonstrasi yang akan digelar hari ini, Kamis 31 Oktober 2019.

Sebagaimana diketahui, dalam Perpres tersebut, iuran BPJS Kesehatan kelas III yang sebelumnya Rp25.500 naik menjadi 42 ribu. Kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu dan Kelas I dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu. Kenaikan tersebut dianggap sangat merugikan rakyat.

“KSPI menilai, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sangat merugikan rakyat. Apalagi kenaikan tersebut dilakukan di tengah perekonomian yang sedang sulit,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal melalui keterangan tertulis, Rabu 30 Oktober 2019.

Baca Juga  Tolak Peresmian Tol BORR

Iqbal menjelaskan, iuran BPJS itu sangat memberatkan dan merugikan rakyat karena besarannya akan ditanggung satu keluarga secara individu. Jika dalam satu keluarga terdiri dari lima orang, untuk Kelas III harus membayar 210 ribu per bulan.

“Bayangkan masyarakat di Kebumen dan Sragen yang UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) nya hanya Rp1,6 juta. Mereka harus mengeluarkan 10 persen lebih untuk membayar BPJS. Itu akan mencekik rakyat kecil,” tegas Iqbal.

Karena itu, dia memastikan, ribuan buruh dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang tergabung dalam KSPI akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Ketenagakerjaan Kamis 31 Oktober 2019. Selain terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tuntutan juga akan disampaikan mengenai revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Baca Juga  Peserta BPJS Kesehatan Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Dalam PP 78/2015 diatur, formula kenaikan UMP/UMK berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional. Tahun ini, besarnya inflansi yang digunakan adalah sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen, dengan demikian kenaikan UMP/UMK 2020 adalah sebesar 8,51 persen.

“Dalam hal ini, KSPI menuntut kenaikan UMP/UMK 2020 berkisar antara 10 persen – 15 persen. Kenaikan sebesar ini, didasarkan pada survei pasar mengenai kebutuhan hidup layak yang sudah ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tegas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *