Kawasan Pasar Citeureup Semrawut

by -
MAKAN JALAN: Pedagang di sekitar Pasar Citeureup II menjajakan lapaknya hingga trotoar. Selain itu, banyaknya angkot yang ngetem menyebabkan Citeureup nampak semrawut.

METROPOLITAN – Kondisi jalan di sekitar Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, semrawut. Ini karena banyak pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Mayor Oking Jayaatmaja. Bahkan, berjualan di atas trotoar. Hal ini menyebabkan pejalan kaki harus berjalan di tepi jalan.

Selain itu, ada banyak angkutan umum (angkot) yang berhenti di pinggir jalan untuk mencari penumpang. Banyaknya sepeda motor yang parkir sembarangan juga menyebabkan kondisi di sekitar Pasar Citeureup macet. Petugas, baik Satpol PP maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, tidak terlihat di sekitar area tersebut untuk mengatur lalu lintas. “Macet di sini sudah lama, kalau tidak salah dari awal (tahun) 2000 sudah macet di sekitaran pasar,” kata warga sekitar, Muhammad Riski.

Baca Juga  Gerakan #2019 Prabowo Presiden Kalah Start?

Riski menyebut kondisi jalan di sekitar Pasar Citeureup selalu macet setiap hari, baik pagi maupun sore. Saat akhir pekan, kemacetan di pasar bisa sampai malam hari. Satpol PP pun, menurut dia, jarang menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan. “Saya lupa kapan terakhir kali diterbitkan (pedagang). Kalau ditertibkan, beberapa hari kemudian balik lagi jualan (pedagang). Kalau yang parkir sembarangan di jalan itu kebanyakan pembeli. Pedagang kan di dalam pasar semua parkirnya,” tutur dia.

Sementara itu, Satpol PP mengaku kesulitan menata para pedagang ini. “Karena memang susah juga ya (pedagang yang berjualan di pinggir jalan Pasar Citeureup ditertibkan), harus ada penataan yang lebih lanjut lah itu,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan.

Baca Juga  Akibat Ketakutan Baru 29 Ribu Lansia yang Divaksin

Ruslan menjelaskan, Satpol PP sudah tiga kali melakukan penertiban. Namun, katanya, para pedagang kembali lagi berjualan di pinggir jalan. “Sekitar 2018 kalau tidak salah (Satpol PP terakhir melakukan penertiban di Pasar Citeureup). Saya lupa lagi kapan persisnya,” lanjut dia.

Dia mengatakan banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan menyebabkan kemacetan di sekitar pasar. Para pedagang, kata Ruslan, seharusnya berjualan di dalam pasar. Namun, lanjutnya, para pedagang ini belum akan ditertibkan. Ruslan pun tidak bisa memastikan kapan penertiban di Pasar Citeureup dilakukan. “Nanti dijadwalkan, masih dalam pam (pengamanan) pilkades. Dijadwalkan dulu ya, banyak kegiatan juga ini yang prioritas,” pungkasnya. (dtk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *