Kurang Dua Bulan, Kejar Setoran Pajak Rp9 M

by -

METROPOLITAN – Baru menjabat tak kurang dari satu bulan, pekerjaan rumah (pr) besar menanti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor anyar, Deni Hendana. Beberapa sektor pajak rupanya belum memenuhi target dan mesti dikejar dalam waktu sisa kurang dari dua bulan sebelum 2019 berakhir.

Mantan kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok-Cimanggis itu mengakui, salah satu sektor pajak yang belum memenuhi target yakni pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Ada gap tak kurang dari Rp9 miliar yang harus dipenuhi sebelum berakhir 2019.

“Pada dasarnya target sudah bisa terpenuhi dari total rencana target Rp164 miliar. Tapi sesuai APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, red) Perubahan 2019 lalu, ada perubahan meningkat jadi Rp173 miliar. Ada sisa target Rp9 miliar yang harus bisa dicapai,” katanya kepada Metropolitan saat ditemui di Graha Pena, belum lama ini.

Baca Juga  PBB Gelar Rakor Persiapan Pemilu 2024

Menurutnya, mengurus pajak BPHTB, yang berkaitan dengan lahan, berbeda dan lebih berat dibanding sektor pajak lainnya. Mengatasi hal itu, ia segera melakukan koordinasi dengan semua stakeholder terkait BPHTB sehingga ada akselerasi pembayaran.

“Mereka yang akan melakukan jual-beli, dipercepat lah akhir tahun ini. Desember harus bisa meningkat,” ujarnya.

Pria berkacamata itu bakal melakukan berbagai cara untuk mengejar setoran Rp9 miliar itu, yakni mengejar primary market atau penjualan developer kepada konsumen. Pihaknya akan memetakan lokasi-lokasi developer yang masih tersisa di 2019. Setelah didapatkan, BPHTB dijaga agar sesuai dengan harga pasar.

“Yang lain sulit dipetakan. Ini kan jual beli. Kecuali dari developer, bisa dipetakan dengan data yang kami punya. Maksudnya, informasi yang terbuka, berapa nilai pasar, berapa nilai jual beli, pemetaan disitu,” papar Deni.

Baca Juga  8 Proyek Tpt Punya Pemkot Belum Dibayar

Selain itu, beberapa pajak sektor lain non BPHTB dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) pun akan dilakukan pengawasan pembayaran bulanan secara kontinyu dalam dua bulan ini, agar tidak terlambat apalagi menurun. Seperti pajak hotel, restoran, parkir dan lainnya, supaya mampu mengamankan target yang ditetapkan.

“Secara umum PBB sudah mencapai target. Nah dari hotel, restoran, parkir misalnya, itu bisa kami tutup mencapai targer di akhir tahun. Sudah kami hitung berdasarkan angka-angka yang ada sekarang. Optimis lah,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.