Satriah, Guru Ngaji di Kota Bogor dapat Insentif 35 Tahun Mengajar tanpa Imbalan

by -
INSENTIF: Pemkot Bogor saat memberikan insentif kepada guru ngaji.

METROPOLITAN – Satriah (65), guru ngaji asal Baranangsiang, Bogor Timur, tak hentinya mengucapkan syukur usai menerima insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Sedikitnya ada 269 guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur yang mendapatkan insentif tersebut.

Satirah mengatakan, ia bersama guru ngaji lainnya merasa bahagia bisa mendapatkan perhatian Pemkot Bogor. Sebab, selama 35 tahun mengajar ngaji, dirinya tidak pernah memungut bayaran kepada puluhan murid.

“Uang insentif ini akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari karena suami saya sudah meninggal sejak 2001,” ujar Satriah.

Ia mengaku akan terus mengajar ngaji anak-anak di rumahnya hingga tutup usia. Meski tidak dibayar, menurutnya itu memang bagian dari menjaga amanah almarhum sang suami yang juga guru ngaji.

“Saya berharap anak saya bisa meneruskan ini dan untuk Pemerintah juga terus memberikan insentif bagi guru ngaji,” pungkasnya.

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bogor Dody Ahdiat mengatakan, insentif yang diberikan sebesar Rp 100 ribu per bulan itu dibayarkan setiap enam bulan sekali. “Jumlah yang diterima Rp 567.600, karena ada potongan Rp 5.400 untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia menuturkan, di tahun depan, Pemkot Bogor akan berupaya menambah insentif sekaligus menigkatkan kuota guru ngaji dari tahun ini yang baru mencapai 2.500 guru ngaji se-Kota Bogor.

“Nanti kami akan kerjasama dengan berbagai organisasi keagamaan untuk memberikan materi kepada guru ngaji agar para guru ngaji bisa mendidik muridnya dengan lebih baik,” imbuhnya. (*/feb) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *