11 Titik Jadi Kendala Kanalisasi 2-1

by -

METROPOLITAN – Kebijakan sistem kanalisasi rekayasa lalu lintas 2-1 di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal kembali diberlakukan pada Sabtu (07/12) (hari ini, red). Meski sebelumnya sitem 2-1 ini pernah diuji coba dengan hasil yang cukup mengecewakan. Bahkan untuk uji coba hari ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor mengakui ada 11 titik yang dianggap menjadi kendala.

Kepala Dinas Perhubungan Ade Yana menjelaskan, secara umum memang kebijakan sistem kanalisasi rekayasa lalu lintas 2-1 memang belum menunjukan hasil seperti apa yang diingikan. Namun hal tersebut bukan berarti pemerintah harus berhenti, untuk mencarikan solusi mengatasi kemacetan di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kurang memuaskan kanalisasi rekayasa lalu lintas 2-1 terjadi lantaran sejumlah faktor. Mulai dari tingginya volume kendaraan, penyempitan sejumlah ruas jalan, adanya proyek perluasan jalan yang sedang berlangsung, hingga banyaknya persimpangan ditambah dengan adanya keluar masuk kendaraan dari pemukiman.

Ade Yana juga mengakui sedikitnya ada sekitar 11 titik yang digadang bakal menjadi batu sandungan kebijakan kanalisasi2-1 jalur Puncak. 11 titik tersebut disinyalir dapat mebuat penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan.

“Simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, SPBU Cibogo, Simpang Megamendung, Hankam, Cimory, Pasar Bawah Cisarua, Pasar Atas, Taman Safari, Taman Kaleng. Adalah 11 titik rawan penumpukan kendaraan. Karna disitu jalan sedikit menyempit, dan banyak keluar masuk kendaraan dari dalam pemukiman,” bebernya.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya akan menurunkan sejumlah personel untuk mengawal 11 titi tersebut.

“Makannya akan kita siagakan tiga hingga lima petugas kita disana untuk berjaga dan mengatur lalu lintas agar tidak ada penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan. Semoga saja hasilnya bisa sesuai dengan harapan kita,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Fadli Amri menjelaskan, secara umum pemberlakuan kebijakan sistem kanalisasi rekayasa lalu lintas 2-1 merupakan satu dari sekian banyak cara, untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan di kawasan Puncak, Bogor yang kerap kali terjadi setiap akhir pekan dan musim liburan.

Untuk pelaksanaan uji coba sistem kanalisasi rekayasa lalu lintas 2-1, terbilang berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, pada uji coba nanti, pihaknya akan mencoba mengkolaborasikan one way, dengan sytem 2-1. Hal ini bertujuan agar tidak ada kendaraan yang tertahan. Khususnya kendaraan di kawasan Tol Jagorawi yang hendak menuju Puncak.

“Perlu penekanan kepada masyarakat, bahwa di pagi hari dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB berlaku one way naik. Kemudian selanjutnya pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB program 2-1 diberlakukan. 2 lajur turun, 1 lajur naik, dan persimpangan-persimpangan akan kita rekayasa untuk mengurangi crossing atau perpotongan,” bebernya. (ogi/b/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *