Bosan Macet di Simpang Metland Transyogi

by -
PADAT: Antrean kendaraan selalu padat di pertigaan Metland Transyogi. Warga sudah bosan dan meminta pihak terkait memberikan solusi.

METROPOLITAN – CILEUNGSI Kemacetan parah yang sering terjadi di pertigaan Metland Transyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, dikeluhkan banyak warga. Apalagi pada jam-jam pergi dan pulang kantor, kemacetan bisa mengular sehingga 1 kilometer (km) baik dari arah Cileungsi , maupun arah Jonggol.

Parahnya, ketika kemacetan terjadi, petugas keamanan mengalihkan jalur untuk masuk ke perumahan Metland Transyogi, memutar hingga bundaran McDonald’s. Bukannya memperlancar lalu lintas, malah membuat kemacetan bertambah parah.

“Belum lagi pengaturan lalu lintas yang sering dipasrahkan kepada ‘Pak Ogah’ yang sering kali membuat kemacetan bertambah parah,” kata warga Jonggol, Waskito, kemarin.

Menurut Waskito, akibat kemacetan tersebut, waktu tempuh pengguna jalan menjadi lebih lama. Belum lagi pemakaian bahan bakar (BBM) jadi boros. Kejadian ini dialami hampir setiap hari.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor diminta memberikan perhatian terhadap masalah ini. Sebabnya, jalur Cibubur – Jonggol (Transyogi) hingga Cianjur merupakan jalur ekonomi yang banyak dimanfaatkan untuk lalu lintas bagi permukiman, distribusi komoditas pertanian dan manufaktur yang menggerakkan perekonomian di Kabupaten Bogor.

Selain itu, Koridor Cibubur-Jonggol-Cianjur merupakan salah satu kawasan pengembangan properti, khususnya perumahan yang banyak diincar oleh pengembang besar. Hal itu karena cadangan lahan yang relatif luas tersedia di kawasan itu dengan harga yang masih murah.

Di samping pengembang kecil, banyak pengembang besar yang masuk ke kawasan ini, sebut saja Ciputra Group, Metropolitan Land, Suryamas Dutamakmur, Kalindo Land dan banyak nama pengembang besar lainnya.

Senada dengan Waskito, Hermawan, warga Cileungsi warga yang bekerja di kawasan Sudirman mengatakan, pertigaan Metland Tranyogi merupakan urat nadi lalu lintas bagi warga Bogor, menjadi titik kemacetan merugikan banyak warga permukiman di sekitar Cileungsi-Jonggol.

“Macet kendaraan di jalan itu bisa mencapai 1 km tanpa solusi yang jelas sampai saat ini. Kadang cuma ditangani oleh warga. Tapi itu tidak banyak membantu,” kata Hermawan.

Masalah kemacetan ini sudah banyak dikeluhkan warga yang menggunakan jalur jalan Transyogi. Karena itu, Hermawan meminta Pemkab dan pengembang memprioritaskan penanganan kemacetan ini.

“Jalur lalu lintas Cibubur- Jonggol memang sangat padat karena di samping banyak perumahan skala besar yang dibangun di kawasan itu, juga dilewati oleh truk-truk besar sebagai sarana transportasi dari proses kegiatan produksi di pabrik-pabrik yang banyak berkembang di kawasan tersebut,” katanya.

Hermawan mengaku merasakan cukup terganggu dengan kemacetan di pertigaan Metland Transyogi tersebut, sehingga cukup melelahkan dan banyak waktu yang terbuang. Dia juga mengharapkan Pemkab Bogor dengan kepolisian memberikan perhatian serius untuk menangani masalah kemacetan di titik tersebut.

“Ini sangat menganggu dari sisi produktivitas warga yang menggunakan jalur tersebut. Jadi pemerintah harusnya menangani persoalan kemacetan tersebut,” tandasnya. (bs/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *