E-Toll Dihapus, Bayar Cukup lewat Hp

by -
DANANG PARIKESIT

METROPOLITAN – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana menghapus E-Toll, kartu elektronik yang digunakan untuk membayar biaya masuk jalan tol di sebagian daerah Indonesia. E-Toll rencananya akan diganti dengan sistem cardless atau pembayaran tol tanpa kartu untuk mengurangi kemacetan yang disebabkan antrean di pintu tol.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, pada tahap awal, sistem ini akan diterapkan di jaringan jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Penerapan sistem tanpa kartu ini sendiri baru bisa dilakukan ketika semua ruas
Tol JORR II sudah selesai.

”Menghadapi integrasi tarif di JORR II, kita lakukan metode cardless. Kita mulai tendernya kira-kira di awal
kuartal kedua atau akhir kuartal tiga tahun depan,” kata Danang.

”Tapi untuk penahapannya (sistem cardless), kita masih kaji apakah nation wide, region wide, atau corridor-based,” sambungnya.

Rencana perampungan ruas Tol JORR II sepanjang 110,6 kilometer ialah pada kuartal IV 2020. JORR II mencakup Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 km), Kunciran-Serpong (11,1 km), Serpong-Cinere (10,1 km), Cinere-Jagorawi (14,7 km), Cimanggis-Cibitung (25,2 km) serta Cibitung-Cilincing (34 km). Sementara yang sudah beroperasi yaitu Jaringan Tol Serpong-Cikunir dan sebagian besar Jagorawi-Cinere (sampai Krukut).

Sistem pembayaran tanpa kartu ini adalah perkembangan dari sistem nontunai menggunakan uang elektronik. Semua ruas tol di Jabodetabek dan Indonesia sudah tidak lagi menerima pembayaran tunai dimana pengendara harus memiliki uang elektronik.

Sebelumnya ada sistem On Board Unit (OBU) dengan alat dari Bank Mandiri. Cukup dengan menempatkan alat tersebut di dashboard, maka pengendara bisa langsung melintas tanpa melakukan transaksi. Dengan alat E-Toll Mandiri Pass OBU, pengendara harus meletakkan kartu uang elektronik yang sudah memiliki saldo di dalamnya.
Perangkat OBU di kendaraan akan terkenokesi dengan alat reader yang ada di gerbang tol dan saldo pada kartu berkurang. Palang pintu gardu tol pun akan terbuka secara otomatis. Tetapi untuk kecepatan maksimal agar transmitter terbaca oleh receiver e-tollpass tidak lebih dari 5 kpj.

Namun, kekurangannya tidak semua gerbang tol menyediakan gerbang dengan fasilitas OBU. Hingga penggunaan OBU ini kurang populer, sampai datangnya transaksi dengan uang elektronik atau cardless. Sistem ini bisa mempermudah pengendara dengan membayar biaya masuk tol hanya dengan berbekal hp dan terkoneksi internet. (kom/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *