Heboh Soal Larangan Tiup Terompet di Bogor, Ini Kata Bupati

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan tidak ada larangan meniup terompet saat malam pergantian tahun. Pernyataan ini menyusul hebohnya isu larangan meniup terompet beberapa hari belakangan.

“Imbauan, bukan larangan ya, jadi imbauan. Karena imbauan itu sebetulnya supaya jangan terlalu berhura-hura di malam tahun baru, gitu sebenarnya,” Kata Bupati Bogor Ade Yasin usai menghadiri Muscab PBB di Cibinong, Minggu (29/12).

Untuk itu, politisi PPP ini meminta hal tersebut tak usah menjadi perdebatan di masyarakat. Karena sifatnya imbaun, tidak ada sanksi jika tidak dilakukan.

“Jadi itu gak perlu jadi polemik ya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Warga Kabupaten Bogor diimbau tidak meniup terompet saat malam tahun baru 2020. Tak hanya itu, warga diminta tidak menyalakan kembang api maupun petasan.

Baca Juga  ODP dan PDP Corona di Kabupaten Bogor Melonjak

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 003.3/796-Kesbangpol tentang Himbauan Menyambut Tahun Baru 2020 yang ditandatangai Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Tidak menyalakan kembang api, petasan dan peniupan terompet serta konvoi kendaraan bermotor,” demikian salah satu poin dalam edaran yang diterbitkan 26 Desember 2019 itu.

Dalam edaran dijelaskan bahwa imbauan tersebut bertujuang mendukung Karsa Bogor Berkeadaban. Selain itu, untuk memelihara ketenteraman dan ketertiban di tengah masyarakat.

Imbauan ini ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, camat, kepala desa/lurah, pimpinan organisasi/lembaga dan tokoh masyarakat serta kepala keluarga.

Mereka juga diminta untuk mengingatkan dan membimbing anggota keluarga, pemuda dan anggota organisasinya.

Baca Juga  Ngobrol Santai Bareng KPU, Bupati Salut Informasi Kepemiluan Disajikan Ala Milenial

Selain imbauan tidal memasang kembang api dan meniup trompet, ada 3 poin imbauan lainnya.

Pertama, tidak merayakan malam pergantian tahun baru dengan berlebihan (hura-hura), tidak bermanfaat serta perbuatan yang melanggar norma hukum dan agama.

Selanjutnya, memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan atas bencana, kepedulian dan kepekaan sosial antar sesama

Terakhir, khusus untuk yang beragama Islam untuk meningkatkan salat berjamaah, dzikir, istigosah dan muhasabah diri. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *