Ikaluni SMKN 1 Bogor Canangkan Program ‘Kakak Idaman’

by -
PELUNCURAN: Ikaluni SMKN 1 Kota Bogor mendeklarasikan program ’Kakak Idaman’, kemarin. Deklarasi ini ditandai dengan pemberian beasiswa kepada 15 pelajar SMKN 1 Kota Bogor yang berprestasi dari semua jurusan.

METROPOLITAN – Ikatan Keluarga  Alumni (Ikaluni) SMKN 1 Kota  Bogor mendeklarasikan program ‘Kakak Idaman’, kemarin. Deklarasi ini ditandai  dengan pemberian beasiswa kepada 15 siswa siswi SMKN 1 Kota Bogor berprestasi dari semua jurusan.  Ikaluni ini wadah berhimpunnya para alumni sekolah yang dahulu bernama SMEA Negeri.

Wakil Kepala SMKN 1 Kota Bogor Bidang Humas, Nani Maryani, menjelaskan, program ini akan terus digalakkan sebagai wadah untuk  memberikan bantuan beasiswa dari para alumni SMKN, kepada para siswa berprestasi dan siswa yang terkategori kurang mampu.

“Kalau di tingkat pusat,  dahulu kan ada program yang namanya Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA). Nah di SMK Negeri 1 Kota Bogor,  kita cetuskan dan kita  canangkan program  Kakak Idaman. Dananya bersumber dari bantuan para alumni yang dikumpulkan melalui Ikaluni Heulang,” katanya.

Pencanangan program ‘Kakak Idaman’ ini,  tambah Nani, dirangkaikan dengan acara Jalan Sehat yang diikuti lebih dari 1.200 alumni. Ada bazar dan doorprise bagi pesertanya.

“Peserta jalan sehat ini, adalah para alumni dari seluruh angkatan.  Yang tertua adalah angkatan 1970 dan yang terbaru adalah angkatan 2017,” ucapnya.

Selain memberikan  beasiswa kepada 15 siswa, para alumni ini juga memberikan cinderamata bagi guru purnabakti. “Turut hadir juga dan menerima cinderamata, Sekretaris Dinas Pendidian Kota  Bogor Jana Sugiana yang juga mantan kepala SMK Negeri 1 Kota Bogor,” Ujar Nani.

Selain mencanangkan program ‘Kakak Idaman’, potensi yang akan dimanfaatkan dari para alumniantara lain, pemanfaatan Lapus atau Lapak Alumnus sebagai wadah kreativitas kewirausahaan untuk membuka lowongan kerja bagi perusahaan yang dirintis para alumni. Tak hanya itu, tersedianya juga  tempat para siswa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Siswa tidak akan sulit lagi mencari tempat PKL karena alumni memiliki bidang usaha yang layak untuk dijadikan tempat PKL,” ungkap Nani. (ber/ar/els) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *