Insiden Tol BORR, Bikin Warga Tekor 

by -
CRANE AMBRUK: Ini salah satu tiang bangunan Tol BORR di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

METROPOLITAN – Insiden ambruknya crane saat hendak mengangkat besi di bore pile Ramp (R17) pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA bukan saja mencoreng nama baik dan kinerja PT Marga Sarana Jabar (MSJ), tapi juga menyisakan pekerjaan rumah lantaran bangunan usaha milik warga yang tertimpa belum juga diganti.

Bahkan, PT MSJ maupun kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) belum juga memberikan tanggapan dan kejelasan kepada warga yang lapaknya rusak akibat tertimpa. Padahal, warga sempat dijanjikan akan segera disantuni dengan uang ganti rugi. Hal itu diungkapkan salah satu korban yang lapak usahanya terkena dampak insiden jatuhnya crane milik PT PP itu, Agus Razeeq.

“Ini kan kecelakaan kerja, lapak buat usaha kami hancur, mereka katanya mau ganti rugi. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan mau gimana, kami nggak bisa usaha, terganggu. Apalagi karena kalau hujan masuk kedalam (bangunan). Ini kok belum ada tanggapan sama sekali,” katanya kepada pewarta, kemarin.

Ini juga menjadi catatan, sebab proses pembebasan lahan belum rampung lantaran ada polemik penggantian dengan warga. Selain itu, ia juga mengaku trauma sejak kejadian lalu. Apalagi ini bukan kejadian pertama kali.

“Fatal itu, kami trauma. Istrinya salah satu warga lain juga syok karena meliha langsung kejadian. Ini warning. Yang jelas belum ada yang datang baik dari PT MSJ atau PT PP ke kami pasca kejadian,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Dirut PT MSJ, Hendro Atmodjo, mengakui, kalau uang ganti rugi akibat patah crane itu akan dilakukan berbarengan dengan turunnya pembebasan lahan yang kini masih tersisa lima persen lagi. Ia mengakui, persoalan yang terjadi di sisa pembebasan itu lantaran ada penyewa lahan yang belum setuju soal uang penggantian yang dikucurkan kepada pemilik lahan. Hendro pun tak mau ambil pusing karena itu haruslah musyawarah antara pemilik dan penyewa.

“Uang ganti rugi kecelakaan bareng sama itu (pembebasan lahan, red). Akan segera lah, nah yang sisa ini kan polemik, tapi itu bukan ranah kami, karena kami cairkan uang kepada pemilik yang sah secara sertifikat. Ya secepatnya lah,” tukasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisii IV DPRD Jawa Barat, Supono mengatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi kepada PT MSJ melalui Pemprov Jabar terkait kecelakaan yang terjadi dalam proses pekerjaan Tol BORR Seksi IIIA. Apalagi, lanjut Supono, kecelakan yang terjadi bukan untuk yang pertama kali. Politisi PAN itu mengaku akan segera memanggil pihak PT MSJ dan PT PP sebagai penangung jawab proyek dan pelaksana untuk dimintai keterangan didalam rapat komisi dalam waktu dekat ini.

“Kami juga akan melakukan pengecekan ke lapangan. Agar kami tahu masalah yang terjadinya sebenarnya seperti apa,” ujarnya.

Selain kinerja PT MSJ yang kini diragukan lantaran dalam waktu satu tahun sudah ada dua kejadian fatal yang hampir saja merenggut korban, upaya ‘penghapusan foto’ yang dilakukan oknum pengamanan proyek dengan nilai investasi total Rp3 triliun itu juga disayangkan berbagai insan pers.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Tjahyadi Ermawan, mengatakan, peristiwa atau insiden putusnya sling crane di lokasi proyek adalah factnews atau fakta berita yang terjadi di wilayah publik. Pewarta foto pun berhak untuk mengambil momen dalam bentuk foto demi mendukung kebutuhan berita.

“Dan berita itu bisa menjadi informasi yang sangat berharga bagi masyarakat untuk berhati-hati melintasi kawasan tersebut. Jadi, kami menyayangkan bilamana ada petugas keamanan yang meminta pewarta foto untuk menghapus foto-foto. Karena Pewarta Foto dalam bertugas dilindungi oleh Undang Undang,” tuntasnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *