Kantor Kelurahan Digusur Masjid Terapung Gagal

by -
BERUBAH KONSEP: Kawasan Situ Gede di Kelurahan Situ Gede, Bogor Barat, Kota Bogor, bakal ditata dan ada revisi DED penataan.

METROPOLITAN -Penataan Kawasan Situ Gede di Kecamatan Bogor Barat Dapat Rp4 M Mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, kawasan danau Situgede akan disulap jadi kawasan wisata baru.

Namun, hasil dari desain yang sudah direvisi, ada beberapa catatan, diantaranya kantor kelurahan yang mesti ‘terusir’ dan rencana pembangunan masjid terapung diatas danau yang akhirnya batal.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, saat ini revisi Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan konsultan dari provinsi Jawa Barat, diklaim sudah rampung 95 persen. Beberapa hasil revisi diantaranya, ada permintaan dari pemprov Jabar soal pembangunan menara pantau dengan ketinggian diatas 12 meter, agar bisa melakukan pemantauan wilayah secara keseluruhan.

Baca Juga  8 PSK Muda Gagal ‘Bekerja’

“Kami ikuti itu. Kedua, dalam revisi DED juga ada beberapa lahan milik PSDA Jabar itu, yang dikuasai warga dalam bentuk rumah. Ada sekitar lima sampai enam bangunan yang bersinggungan langsung dan kurang dari batas sempadan empat meter,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Tapi, sambung dia, hal itu disebut tidak akan terlalu berpengaruh apapun terhadap pelaksanaan. Sebab, tanah yang digunakan merupakan lahan PSDA Jabar, sehingga bangunan warga akan diminta mundur sampai jarak sempadan danau.

Catatan lainnya, kata Dedie, kantor kelurahan Situ Gede pun dipastikan harus ‘terusir’ lantaran titik tersebut direncanakan menjadi pintu masuk kawasan Situ Gede nantinya.

“Kita harus cari alternatif untuk kantor kelurahannya,” paparnya.

Baca Juga  Retensi 'Gagal' Atasi Banjir?

Selain itu, harapan untuk memiliki Masjid Terapung diatas permukaan air danau di perbatasan Kota Bogor itu dipastikan tidak akan terealisasi. Menurutnya, PSDA Jabar punya pertimbangan kondisi kontur tanah Situ Gede bisa jadi rawan jika dibangun bangunan diatasnya.

“Masjid terapung nggak jadi. Karena ada ketentuan dari PSDA-nya ada ketentuan, meminimalisasi bangunan diatas air. Makanya nggak bisa DED dari mereka itu,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar memastikan akan mengguyur Kota Bogor dengan bantuan keuangan hingga Rp164 miliar, untuk berbagai kegiatan pada 2020.

Selain untuk penataan kawasan Situ Gede, provinsi Jabar juga mengkaver kegiatan Penataan Kawasan Suryakencana Rp39 miliar, Pelebaran Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) sebesar Rp40 miliar, pembangunan Alun-Alun Kota eks Taman Topi yang menelan biaya Rp15 miliar hingga Pengadaan Alat Kesehatan serta pengisian alat-alat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebesar Rp55 miliar.

Baca Juga  Timnas U-19 Gagal Raih Kemenangan

“Selain pekerjaan fisik, ada juga alokasi Rp23 miliar untuk PBI BPJS. Ini ada kenaikan dari KUA-PPAS Rp154 miliar, yang jelas ini sesuai permintaan pemkot,” tuntasnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.