Kemenpora Ajak Atlet Nasional Berbagi Ilmu kepada Pebulu Tangkis dan Pesilat Lokal

by -

METROPOLITAN – Markis Kido, juara dunia ganda putra 2006 berpasangan dengan Hendra Setiawan angkat bicara terkait program sharing dan coaching clinicdengan cikal bakal atlet daerah yang digelar Kemenpora di Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (27/12).

Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut mendukung penuh acara tersebut karena sangat bagus untuk memotivasi para atlet muda masa depan. Ia pun berharap akan muncul generasi emas terutama di cabang bulutangkis.

“Antusiasme masyarakat ternyata cukup tinggi. Apalagi juga ada coching clinic dan sesi tanya jawab dengan atlet. Saya berharap program ini diteruskan ke daerah lainnya bukan hanya di Wonosobo,” ujar Markis Kido.

Setali tiga uang, pandangan yang sama juga dilontarkan Luluk Hadiyanto yang berbagi pengalaman dengan pemain bulutangkis lokal Wonosobo. Menurutnya ini program positif bagaimana pemerintah khususnya Kemenpora menjemput bola.

Baca Juga  Arema Indonesia Pertanyakan Reformasi Tata Kelola PSSI

“Saya memberikan apresiasi kepada Deputi 3 yang terjun langsung ke daerah memantau perkembangan atlet lokal. Program ini perlu terus digelorakan dalam mencetak olahraga Indonesia yang tangguh dan berprestasi,” kata Luluk.

Sementara itu, Deslya Anggraini dan Hendy yang mengukir sebagai juara dunia seni tunggal putri dan putra juga berbagi ilmu dengan pesilat dari 15 kecamatan se-Wonosobo.

Mereka bukan hanya mempraktekan jurus-jurus, teknik dan keterampilan di atas matras, tetapi juga memberikan motivasi dan solusi untuk menjadi seorang atlet dunia.

“Terpenting untuk menjadi seorang atlet adalah motivasi dalam diri sendiri, disiplin dan dukungan orang tua,” tutur Deslya dan Hendy.

Sementara itu, Ketua KONI Wonosobo, Bambang Laras Nyoto, merasa sangat terhormat dengan adanya program yang dilaksanakan Deputi 3 Kemenpora. Terlebih dengan hadirnya atlet-atlet nasional yang berpretasi internasional.

Baca Juga  Markis Kido, Atlet Disabilitas, hingga YouTuber Bulutangkis Dapat Apresiasi dari Waroeng Steak

“Ini langkah yang luar biasa. Kami, KONI, masyarakat di kabupaten Wonosobo merasasa termotivasi, tertantang bagaimana kami membina atlet-atlet agar bisa berprestasi,” tutur Bambang Laras Nyoto.

Tetapi, diakui daerahnya masih sangat minim fasilitas olahraga maupun pelatih bersertifikast nasional.

“Ke depan kami akan meminta kepada Deputi 3 atau 4 agar pelatih kami juga dilatih oleh pelatih nasional, sehingga kami yang berada di daerah ini berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.