Kisah Pilu Aldan Meregang Nyawa Terjepit Tembok Hingga Tertimbun Longsor 2 Meter

by -
DUKA: Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengunjungi rumah Aldan Maulana, korban tertimbun longsor, di di Kampung Cidadap.

METROPOLITAN – Aldan Maulana (14 tahun) harus meregang nyawa saat tertimbun material longsor yang menimpa rumah temannya di Kampung Cidadap RT 10/02 Desa Muaradua Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/12/2019) malam. Saat itu, Aldan sedang bermain di rumah temannya yang bernama Aas (14 tahun)

Namun, siapa sangka malaikat maut menjemputnya begitu cepat.

“Jadi saat itu posisinya ada tiga orang di dalam rumah. Ada Ibu Ela (40 tahun), Aas dan Aldan. Ela adalah ibu dari Aas,” ucap saksi mata di lokasi kejadian yang sempat mengevakuasi jenazah Aldan, Ridwan Irama (36 tahun).

Saat itu, lanjut Ridwan, Aldan sedang berada di kamar depan dalam rumah berukuran sekitar 4×6 meter. Peristiwa longsor tersebut terjadi sebanyak dua kali, dimana pada longsor yang pertama Aldan sempat terjepit material bangunan rumah.

“Saat longsor yang pertama, kaki Aldan sempat terjepit tembok rumah, sehingga wargah berupaya untuk menolong. Namun saat warga sedang mengevakuasi Aldan, tiba-tiba terjadi longsor susulan dan menimbun Aldan.

Akibatnya, Aldan sempat tertimbun tanah setinggi hampir dua meter. Jarak antara longsor pertama ke longsor kedua sekitar 15 menit.

” Sementara evakuasi Aldan, sejak tertimbun itu kurang lebih selama satu jam,” ucap warga lainnya yang bernama Herman (40 tahun).

Aldan merupakan anak pasangan Yudi dan Lia. Orangtua Aldan sudah berpisah semenjak Aldan kecil, sehingga Aldan tinggal bersama neneknya yang bernama Yayat (60 tahun), di Kampung Cidadap RT 03/01 Desa Muara Dua Kecamatan Kadudampit.

Lain Aldan, lain pula Asari. Ia berhasil lolos dari maut.

Asari alias Aas (16 tahun) adalah salah satu korban yang berhasil selamat dari bencana longsor di Kampung Cidadap RT 10/02 Desa Muaradua Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi.

“Posisi almarhum itu sedang tiduran bersama saya di kamar depan, karena beliau mengeluh capek. Nah beliau itu beneran tidur, tapi saya sendiri belum sampai tidur,” ucap Asari.

Asari mengatakan, saat Aldan tengah tertidur, terdengar suara retakan pada dinding rumahnya, sehingga dirinya langsung menyelamatkan diri sambil berupaya menyelamatkan Aldan.

“Sayangnya almarhum tidak terburu tertolong karena saya pun menyelamatkan diri. Hingga akhirnya alamrhum itu sempat tertimbun tapi baru setengah badan dan terjepit tembok sambil meminta tolong. Saya dan warga lain kembali berusaha menolong,” jelas As’ari. (skb/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *