Kota Bogor Punya Zebra Cross Mural Melanggar Atau Tidak?

by -
BERBEDA: Grab Indonesia bersama Pemkot Bogor saat meresmikan Zebra Cross 3D/ Mural di Jalan Otto Iskandardinata, kemarin.

METROPOLITAN – Bagi anda yang sering berkendara di jalan-jalan protokol Kota Bogor, tentu akan melihat sedikit keanehan pada badan jalan yang ada, terlebih pada beberapa titik penempatan zebra cross atau garis penyebrangan. Tak hanya dihiasi warna putih, kini beberapa zebra cross di Kota Hujan agak ‘aneh’ lantaran ada warna lain selain hitam-putih.

Pada zebra cross yang ada, terdapat lukisan mural tiga dimensi dengan berbagai rupa. Sehingga gambar dengan warna hijau, merah dan kuning seakan menumpuk jalur zebra cross yang ada.

Belum lagi di pojok zebra cross, terdapat merek provider aplikasi transportasi daring Grab Indonesia yang membuat ‘ramai’ zebra cross, sebagai bagian dari kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Dody Ahdiat mengatakan, pengadaan 10 zebracross bermural atau tiga dimensi ini merupakan salah satu implementasi dari kerjasama Grab Indonesia dengan Pemkot Bogor. Dengan pengadaan zebracros unik ini, disebutnya agar bisa berfungsi dengan baik, sebagai sarana penyebrangan publik.

Mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disducapil) Kota Bogor itu menambahkan, dengan keunikan dan tidak basa, manfaat zebra cross ditengarai akan lebih bermanfaat juga punya nilai artistik. Kesepuluh zebracross mural ini, sambung dia, secara penuh didanai oleh Grab Indonesia, sebagai bagian dari kerjasama.

Baca Juga  Kini Kantor Radar Bogor Kembali Didatangi Kader PDI-P Yang Tuntut Permintaan Maaf

“Ini implementasi kerjasama diantara keduanya pada beberapa bulan lalu, salah satunya zebrcross mural. Kenapa mural? Harus unik agar fungsinya benar-benar terpakai. Selain itu, kami tempatkan di beberapa titik yang traffic-nya tinggi, baik kendaraan atau warga, jadi supaya lebih optimal dan menarik,” katanya kepada pewarta, kemarin.

Sementara itu, Direktur Urusan Publik Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno menuturkan, dengan kreatifitas ini, zebracross akan lebih menarik dan lebih banyak digunakan warga untuk menyebrang, dan tidak menyebrang sembarangan. Ia berharap, pengadaan zebracross unik ini bisa diterima oleh masyarakat dan digunakan dengan baik.

Ia menjelaskan, pengadaan mural di 10 zebracross itu merupakan dana kontribusi dari Grab Indonesia untuk Kota Bogor. Tri juga mengklaim, hal itu sebagai sesuatu yang ‘biasa’ karena bukan pertama kali, Grab Indonesia membuat mural diatas zebra cross.

Baca Juga  Sdn Polsat Siap Perlancar Ppdb Online

“Supanya nggak menyebrang tidak pada tempatnya. Yang di Kota Bogor ini bukan yang pertama, yang pertama kami buat di Kota Semarang. Ya supaya lebih menarik juga lah, jadi warga nggak sembarangan menyebrang,” tukasnya.

Lukisan mural diatas zebracross yang dibuat Grab Indonesia, hasil kerjasama dengan Pemkot Bogor itu pun menarik perhatian banyak pihak. Beberapa diantaranya mengkritisi pengadaan itu lantaran menjauhkan dari ‘fungsi’ utama zebra cross karena tidak hanya garis putih, tapi disertai lukisan mural warna warni.

Sesuai aturan, zebra cross dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam, dengan tebal garis 300 milimeter dengan celah yang sama dan panjang 2.500 milimeter.

Menurut Pengamat Transportasi Kota Djoko Setijowarno, adanya lukisan beragam warna diatas zebra cross bisa saja menimbulkan kontroversi karena secara aturan, zebra cross atau sarana penyebrangan hanya berwarna putih diatas warna hitam aspal.

Dia menjelaskan, secara aturan, tidak boleh ada warna lain menumpuk diatas zebra cross karena justru mengaburkan fungsi dan bisa jadi tidak terlihat seperti zebra cross.

Baca Juga  Ilmu Santri Mengalir di Masjid Raya

“Kalo di jalan umum, tidak boleh. Ya tapi kalau dalam kawasan khusus, bisa saja. Nah ini di jalan protokol, perlu kecermatan membaca aturan, karena sarana penyebrangan nggak boleh main-main karena menyangkut nyawa orang,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sarana Prasarana pada Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengakui zebra cross dengan mural tidak serta merta melanggar aturan lalu lintas. Ada upaya modifikasi untuk menarik orang supaya mau menyebrang di fasiliyas itu. Bahkan, kota-kota besar lain disebut sudah mengaplikasikan mural diatas zebra cross ini.

“Ada modifikasi, untuk menarik orang nyebrang pada tempatnya. Bukan cuma kota Bogor, sebelumnya ada Surabaya, Medan, Bandung, jadi nggak masalah. Yang melanggar aturan misalnya, garis putihnya tipis, atau jarak antara dua garis terlalu jauh atau dekat. Selama mural itu masih tidak menghilangkan zebracrossnya, nggak masalah,” tuntas Dody. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.