Ngamuk Gegara Tagihan Listrik Rp26 Juta

by -

METROPOLITAN – Nikita Mirzani merasa kaget usai dikirimi surat tagihan listrik oleh PLN. Hal tersebut terjadi lantaran dirinya syok melihat nominal angka yang tertera di sana, yakni Rp26 juta.

Kekesalan tersebutpun sempat diungkapkan Nikita Mirzani melalui akun Instagram Storiesnya beberapa waktu lalu. Apalagi menurutnya, ia sama sekali tak pernah telat membayar tagihan listrik.

“Ya gua enggak tau. Gua tuh enggak pernah telat bayar PLN, selalu tepat waktu. Tiba-tiba tagihan bulan ini Rp19 juta tadinya, cuma dapet lagi bill yang baru Rp26 juta. Makanya gua bingung, itu tagihan siapa?,” ungkap Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani mengaku biasanya ia hanya membayar listrik paling mahal sebesar Rp5 juta. Ia pun mengaku bahwa pihak PLN langsung ketar-ketir, ketika dirinya melakukan Instagram Stories terkait tagihan listrik yang tak masuk akal tersebut.

Baca Juga  Nikita Mirzani Angkat Bicara Soal Foto Seksi

“Biasanya Rp4 sampai Rp5 juta paling mahal tiba-tiba Rp19 juta, terus ke Rp26 juta. Jadikan gua bertanya-tanya. Kan nelponin customer servisnya dari minggu lalu, katanya mau dateng tapi enggak dateng-dateng. Terus sampai ada bill yang baru,” jelasnya.

“Biasanya Rp5 juta udahan paling mahal. Katanya mau dateng, tapi enggak dateng-dateng. Cuman abis gua instastory-in kemarin, baru pada gercep tuh pada ke rumah,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice Presiden Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah menjelaskan Niki bisa langsung datang kantor PLN untuk menanyakan data tagihan listrik.

“Sebaiknya, kalau berkenan pelanggan tersebut datang saja ke kantor PLN menanyakan apakah tagihannya sudah benar atau ada kesalahan,” ujar Dwi.

Baca Juga  Dipo Latief Bongkar Nikita Mirzani Minta Uang Persalinan Rp 700 Juta

Dwi menambahkan terkait tagihan listrik yang membengkak, sebaiknya langsung dikomunikasikan dengan baik dan tidak diunggah di media sosial. “Siapa tahu tagihan itu benar, kan malah malu sendiri,” jelas Dwi.

Menurutnya, bisa saja tagihan listrik naik karena memang pemakaiannya banyak.

“Kan meter kWh yang dipasang mengukur energi yang digunakan. Ketika menggunakan sedikit tentu diukurnya sedikit. Begitu pula sebaliknya, ketika digunakan besar akan mengukur lebih banyak. Identik dengan timbangan,” papar Dwi.

Maka, dia menyarankan untuk mendatangi kantor PLN untuk mendapatkan detail penggunaan listrik. Dwi pun menyarankan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi, Nikita atau masyarakat lain bisa beralih pelanggan prabayar supaya pemakaian listrik bisa dikontrol.

Baca Juga  Warga Cileungsi Ngeluh Listrik Sering Padam

“Sejak 2010 ada meter prabayar sehingga pelanggan bisa beralih ke prabayar sehingga bisa mengontrol pemakaian,” ungkapnya. (okz/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.