Si Muka Kampung Rezeki Kota yang Tak Tergantikan Benyamin Sueb

by -

METROPOLITAN – Berkarier selama 45 tahun di Industri Hiburan Tanah Air, sosok Benyamin Sueb tak bisa digantikan hingga saat ini. Sang Legenda selalu membawa tradisi Betawi di setiap karyanya, mulai dari penyanyi hingga menjadi aktor dalam film yang dia bintangi.

Sepanjang kariernya, Benyamin Sueb sudah bermain dalam lebih dari 50 judul film. Dia pun bermain sangat apik saat membawakan berbagai perannya.

Hal itu dibuktikan dari Piala Citra pertama pada tahun 1973 yang dia dapatkan lewat peran sebagai Jamal dalam film Intan Berduri. Dia didapuk menjadi pemeran utama pria terbaik dan berhasil mengalahkan nominator lainnya.

Tak hanya dalam Intan Berduri, Benyamin S juga kembali mendapatkan gelar yang sama dalam Piala Citra tahun 1975 lewat peran Si Doel dalam film Si Doel Anak Modern. Pencapaian itu pun membuat Benyamin S banyak mendapatkan banyak tawaran film dan disebut-sebut sebagai aktor dengan bayaran termahal.

Selain di bidang film, seniman asal Kemayoran ini juga menggeluti dunia musik. Setidaknya, 80 lagu sudah dia ciptakan dan dinyanyikan.

Lirik-liriknya yang unik dan dekat dengan kejadian sehari-hari menjadi daya tarik masyarakat untuk menikmati karyanya. Di tambah lagi, dia juga kerap menyisipkan kata-kata lawakan dengan mengusung tema Betawi.

Tak hanya bersolo karier dalam industri musik, Benyamin S juga berkolaborasi dengan beberapa penyanyi. Salah satu yang paling hits adalah kolaborasinya bersama Ida Rohyani.

Belasan lagu dibawakan oleh Benyamin dan Ida Rohyani yang terpaut usia 11 tahun itu. Ida Rohyani sendiri tak merasa canggung lantaran Benyamin berusia lebih tua darinya.

Salah satu ucapan yang diingat oleh Ida Rohyani yakni istilah ‘Muka Kampung Rezeki Kota’ yang dilontarkan oleh sang Legenda. Ida pun bercerita bagaimana ucapan tersebut bisa keluar dari mulut Benyamin Sueb.

“Itu pertama kali almarhum bilang gara-gara aku bilang ‘Ben tahu enggak, gue nyanyi sama lu gue makan ati, dikatain temen-temen gue di sekolah.’ Dari situ dia keluar kata-kata muka kampung rezeki kota,” ujar Ida Rohyani, dilansir dari tayangan Lentera Indonesia, Jumat (6/12/2019).

Selain Ida Rohyani, rekan satu profesi Benyamin S dalam film yakni Rano Karno juga memiliki pengalaman tersendiri mengenai sang legenda. Pertama kali berakting, Benyamin S bermain dalam film ayah Rano Karno yang berjudul Honey, Money And Dakarta Fair di tahun 1971.

Beberapa tahun kemudian, Rano Karno pun membuat serial Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan di RCTI. Awalnya, Rano ragu mengajak Benyamin S lantaran merasa tak kuat membayar honor.

Akan tetapi, pada akhirnya, Rano menemui Benyamin S. Tanpa pikir panjang, sang pelantun lagu Kompor Meleduk itu menyetujui untuk ikut bermain dalam proyek sinetron tersebut.

“Saya bilang minta tolong saya mau bikin Si Doel sinetron. Dia bilang ‘ya sudah’, tapi masih ngambang maksudnya apa. Saya pulang, lalu ditelepon kapan mulai syuting. Baru setelah itu saya kirim skenario,” kata Rano Karno.

Sebelum dikenal sebagai musisi sukses, Benyamin Sueb sudah menjalani beberapa profesi. Dia mengamen dengan memakai beberapa peralatan sederhana.

“Encing (Benyamin) itu, sebelum dia jadi artis dia dulu awalnya ngamen. Ngamen itu sama saudara sepupu. Itu pun musiknya yang tradisional dan alat-alatnya dari dapur. Ngamen kemana-mana mulanya itu,” ujar Achmad S, keponakan Benyamin S.

Selain sebagai pengamen, Benyamin juga sempat menjajal profesi lainnya. Pria kelahiran 5 Maret 1939 ini juga sempat menjadi seorang kondektur bus sebelum akhirnya berkiprah di dunia hiburan Tanah Air. (aln)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *