Sidang Perdana Kasus Keluarga Inses Pasrah Didakwa Hukuman Mati

by -
SIDANG: Yuyu pelaku pembunuhan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Sukabumi.

METROPOLITAN – Sidang perdana kasus pembunuhan terhadap anak angkat dan inses bersama anak kandung dengan terdakwa Yuyu digelar di Pengadilan Negeri Sukabumi, Selasa (10/12/2019).

Mengenakan kemeja warna putih dan rompi tahanan, Yuyu (39), hanya tertunduk mendengar dakwaan yang di bacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Abram N Putera dalam sidang perdananya di Pengadilan Negeri Kota Sukabumi.

Sampai-sampai, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya tidak keberatan atas dakwaan yang dibacakan.

Pasal yang didakwakan JPU terhadap Yuyu yakni, Pasal 80 ayat empat jo pasal 76C UU RI no 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 81 ayat tiga dan ayat lima Jo Pasal 76D UURI no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu no 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Juru bicara PN Sukabumi Kota, Parulian Manik menyampaikan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Yuyu ini merupakan rangkaian dari sidang sebelumnya terhadap dua anaknya RG dan RD yang sudah incraht.

Ya, sidang perdana terdakwa Yuyu ini yang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan, melalui kuasa hukumnya, terdakwa tidak memberikan eksepsi,” jelas Parulian.

Sidang yang hanya berlangsung sampai pembacaan dakwaan ini, lanjut Parulian, bakal dilanjutkan pada Selasa (17/12) dengan agenda pembuktian dan penyampaian keterangan dari para saksi.

Sidang ditunda satu minggu, dilanjutkan dengan agenda pembuktian dan penyampaian keterangan dari para saksi-saksi,” sebutnya.

Sementara itu, kuasa hukum Yuyu, Ivan Faizal, mengaku tidak melakukan eksepsi karena terdakwa tidak keberatan atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU dalam persidangan.

Terdakwa tidak keberatan setelah melakukan komunikasi dengan saya, hingga akhirnya tidak melayangkan eksepsi,” ujarnya.

Kendati demikian, Ivan meminta masyarakat tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum terdakwa divonis dan berkekuatan hukum tetap.

Jaksa silakan buktikan unsur-unsurnya. Nanti tugas kami melihat latar belakangnya kenapa terdakwa melakukan perbuatan itu,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Widarto Adi Nugroho mengungkapkan, terdakwa Yuyu didakwa pasal berlapis, terdakwa terancam hukuman minimal sepuluh tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Terdakwa Yuyu, dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau minimal penjara sepuluh tahun,” tandansya.

Yuyu menghadiri sidang tersebut dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap dirinya. Yuyu berhadapan dengan Majelis Hakim Ketua Dian F, serta anggota Susi Pangaribuan dan Tri Handayani.

“Sidang perkara dengan terdakwa Yuyu, agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan. Yuyu dikenakan dua dakwaan,” ucap Humas Pengadilan Negeri Sukabumi, Parulian Manik.

Dakwaan kesatu, lanjut Manik, Yuyu dijerat dengan Pasal 80 Ayat 4 juncto pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dakwaan kedua, yaitu Pasal 81 Ayat 3 dan 5 juncto Pasal 76D UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomo 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ini rangkaian dari sidang sebelumnya yang sudah divonis, yaitu dua anaknya. Sidang berikutnya, minggu depan, adalah pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum dengan menghadirkan saksi. Jadi perkara Yuyu ini kumulatif, artinya Jaksa harus membuktikan kedua-duanya. Dua ancaman,” jelas Manik.

Informasi yang dihimpun, pada dakwaan pertama Yuyu terancam kurungan penjara 15 tahun dan atau denda sebesar Rp 3 miliar, ditambah sepertiga dari ketentuan apabila yang melakukannya adalah orang tua. Pada dakwaan kedua, Yuyu juga terancam 15 tahun kurungan penjara dan atau denda Rp 5 miliar.

“Dakwaan kesatu dan dakwaan kedua ancaman pidananya sama, paling lama 15 tahun ditambah sepertiga jadi 20 tahun karena dilakukan oleh orangtua,” tandas Manik.

Seperti diketahui, Yuyu adalah otak di balik pembunuhan terhadap anak angkatnya sendiri, Nadia Putri. Aksi sadis itu dilakukan Yuyu bersama dua anak kandungnya, RG dan Rd di Jalan Kibitay Kampung Bojongloa Wetan, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Nadia dibunuh hanya karena tak ingin hubungan inses Yuyu dan kedua anak kandungnya terbongkar. Sebelum dibunuh, Nadia juga sempat dicabuli kedua kakak angkatnya, RG dan Rd. (rs/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *