Siswa SMKN 1 Bogor Diajak Cegah Tindakan Korupsi

by -
PENYULUHAN: Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna, didampingi Waka Humas SMKN 1 Kota Bogor, Nani Maryani, saat memberikan penyuluhan hukum.

METROPOLITAN – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Bambang Sutrisna, mendatangi SMKN 1 Kota Bogor, kemarin. Kedatangannya beserta para kepala seksi di jajaran Kejaksaan Negeri Kota Bogor itu sempat membuat kaget para guru. Namun, mereka datang untuk memberi penyuluhan hukum berkaitan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nani Maryani juga nampak kaget menyambut kedatangan rombongan Kejaksaan Negeri Kota Bogor ini.

“Maaf pak, kebetulan hari ini sedang ada perubahan Plt Kepala Sekolah, jadi Kepala Sekolahnya tidak ada di tempat,” ujar Nani panik.Namun Bambang mejelaskan maksud dan tujuannya. Ia bersama kepala seksi ingin memberikan penyuluhan hukum tentang upaya pencegahan korupsi bagi kalangan generasi milenium.

“Sasaran kita salah satunya adalah anak anak sekolah, mereka adalah generasi muda harapan bangsa, yang harus kita berikan penyuluhan tentang pencegahan dini penyalahgunaan wewenang yang menjurus pada perbuatan korupsi,” kata Bambang. Generasi melenial, lanjut dia, perlu diberikan penyuluhan dan pencegahan hukum. Jika dalam pemikirannya sudah menjurus untuk melakukan kejahatan korupsi, maka sangat sulit untuk dilakukan pencegahannya.

“Upaya melakukan pencegahan dini, perlu dilakukan sejak awal, karena kalau sudah terjadi, sangat susah untuk dilakukan pencegahan,” ucap Bambang.Di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 1 Kota Bogor, Bambang, mewanti-wanti agar para generasi melenial ini untuk tidak memanfaatkan jabatannya demi keuntungan pribadi. Mereka juga diminta jangan melakukan atau menerima uang maupun barang yang bukan haknya.

“Jangan bertindak tidak jujur, jangan melakukan penghianatan terhadap jabatannya, jangan menghianati kepercayaan yang diamanatkan dan sebagainya,” ujarnya.Di lingkungan sekolah juga, kata dia, ada lahan korupsi, karenanya perlu diingatkan kejahatan itu bisa dilakukan karena ada niat, kemudian ada kesempatan dan tentunya juga ada pula sarananya.

“Kalau hal itu tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin, maka diharapkan tidak akan terjadi tindakan korupsi. Termasuk juga berbohong dengan waktu. Hal itu juga menjurus pada tindakan korupsi,” ujarnya. (ber/ar/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *