SMPN 11 Bogor Ikut Meriahkan Festival Anak dan Remaja

by -
KEREN: Penampilan pelajar se-Jawa Barat dalam Festival Anak dan remaja di bandung.

METROPOLITAN – Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Bogor ikut serta dalam Festival Anak dan Remaja yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, kemarin. Acara yang digelar bersama Pokja Pendidikan Keluarga berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Disdik Jabar, Kota Bandung.

Selain SMPN 11 Bogor, beberapa sekolah pun hadir Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Tajurhalang, SMAN 10 Kota Bandung, SMA Muhamadiyah Cianjur, SKB Kota Bandung, Sekolah Luar Biasa (SLB) Harapan Mulia, Kabupaten Bandung, Yayasan Peduli Pendidikan dan Yayasan Musik serta anak-anak dari Kota Bandung dan Cimahi.

Pokja Pendidikan Keluarga Disdik Jabar, Muchtiara Halmaherawati mengatakan, kegiatan ini untuk melihat kemampuan anak-anak dengan menampilkan sosialisasi pencegahan narkoba, HIV AIDS dan lainnya. Sebelumnya anak-anak ini sudah melaksanakan di sekolahnya tentang pendidikan keluarga.

“Kita minta untuk tampil dan menampilkan pameran dari hasil mereka, jadi mereka hadir di sini kita undang untuk unjuk kabisanya,” kata Muchtiara.

Baca Juga  Ruang Kelas SDN Papandayan Direvitalisasi

Dia menambahkan, sekolah yang hadir dalam acara ini adalah, sekolah yang ditunjuk oleh Rektorat Pembinaan Keluarga Kemendikbud, dan mereka adalah sekolah-sekolah percontohan untuk diberikan bantuan kegiatan.

Misalnya, mereka diberikan simulasi bagaimana pencegahan kepada anak dan pencegahan pornografi, HIV AIDS dan mereka diberi pemahaman kepada teman-teman yang lainnya agar semuanya menjadi paham, bahwa tindak kekerasan itu sangat tidak baik.

Dia berharap, melalui kegiatan ini bisa mendapatkan ruang positif, paham tentang bagaimana pencegahan kekerasan, kegiatan berbahaya termasuk Napza, HIV AIDS, dan tumbuh karakter kepada anak, sehingga anak bisa lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan anak-anak bisa menjadi generasi bangsa yang positif,” tambahnya.

Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika menambahkan, dalam kegiatan ini anak-anak harus tetap mandiri dan mempunyai kompetensi serta memiliki arah yang pasti, ke mana mereka akan melakukan dan mengisi kehidupan, sambil tetap menjadi anak-anak rajin beribadah.

Baca Juga  IPB Buka Prodi Statistika dan Sains Data

“Oleh karena itu, kami menyadari keluarga adalah pesantren utama untuk melakukan pendidikan karakter, di keluargalah selama delapan jam anak-anak akan berada, itu adalah keluarga pertama. Kedua adalah sekolah dan keluarga serta lingkungan,” imbuh Dewi. (ink/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *