Soal GKI Yasmin Pemkot Bentuk Tim 7

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor Bima Arya menggelar pertemuan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam serta jemaat hingga pengurus Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Balai Kota Bogor, Bogor Tengah, Kamis (19/12).

Pertemuan terbatas yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas seputar komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tidak pernah surut untuk terus menjaga keberagaman dan toleransi sebagai pilar kebangsaan, NKRI sekaligus DNA utama Kota Bogor.

Menurut Bima, Pemkot Bogor akan terus memastikan perlindungan terhadap hakhak konstitusional setiap warga termasuk dalam hal beragama dan beribadah. Termasuk penyelesaian sarana tempat ibadah di area Taman Yasmin. “Perbedaan pandangan dan kontroversi yang terus berkembang selama 16 tahun terkait penyelesaian masalah tersebut,

Baca Juga  Warga Bogor Tengah Deklarasi Dukung 01

menuntut kami untuk terus membangun komunikasi dengan semua pihak untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah secara komprehensif,” ujar Bima. Bima Arya juga mengungkapkan beberapa poin dan perkembangan positif hingga saat ini atas upaya penyelesaian tersebut.

Seperti proses penyamaan persepsi, pembentukan tim bersama, membangun sinergitas hingga menjaga proses komunikasi yang sedang berlangsung. “Pemkot Bogor terus-menerus menjembatani komunikasi berbagai pihak dengan melibatkan jemaat GKI Pengadilan, Majelis Sinode,

Forum Kerukunan Umat Beragama, Majelis Ulama Indonesia dan berbagai lembaga seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” terang Bima kepada awak media. Setelah melalui proses komunikasi yang cukup panjang, lanjut Bima, pada Agustus 2019 terbentuk tim penyelesaian sarana tempat ibadah di area Taman Yasmin. Tim ini terdiri dari unsur Pemkot Bogor dan pihak GKI.

Baca Juga  Sepak Terjang Bambang Wahyu Sebagai Komisioner KPU Kota Bogor Jadikan Warga Sebagai Pemilih Berdaulat

“Ada tujuh orang di tim ini yang ditunjuk Majelis Sinode untuk melakukan pembahasan bersama Pemkot Bogor untuk mencari penyelesaian masalah tersebut. Pembahasan selama setahun terakhir dilakukan oleh tim ini secara rutin.

Tim bersama melakukan analisa terkait situasi yang sedang berkembang untuk menemukan rekomendasi penyelesaian yang bisa diterima oleh semua pihak,” kata Bima. Tidak hanya membangun sinergitas kerja sama dengan Muspida Kota Bogor, lanjutnya,

Pemkot Bogor juga berkonsultasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama dan Komnas HAM untuk mendapatkan masukan terkait penyelesaiannya secara komprehensif dengan pendekatan damai dan mendorong harmoni di tingkat masyarakat.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Tim 7 Arif Zuwana yang juga merupakan jemaat GKI mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bogor, khususnya Wali Kota Bima Arya atas dibentuknya tim ini untuk menjembatani GKI berkomunikasi dengan pihak mana pun untuk mencari solusi mengenai pembangunan sarana ibadah gereja di area Taman Yasmin. “Kami GKI Indonesia menyampaikan pernyataan sehubungan dengan rencana pembangunan sarana ibadah di area Taman Yasmin.

Baca Juga  Guru SDN Polsat Ajari Siswa Berdisiplin

Yang pertama, GKI Pengadilan Bogor membutuhkan sarana tempat ibadah di area perumahan Taman Yasmin. Kedua, kehadiran tempat ibadah tersebut diharapkan membawa damai sejahtera bagi semua pihak,” ungkap Arif. (*/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.