Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Lewat Perpustakaan Digital, Perpustakaan Dalam Genggaman

by -
TUNJUKKAN: Kepala DAP, TB Luthfie Syam, saat menunjukkan perpustakaan digital di gedung perpustakaan Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN – Target meningkatkan indeks membaca masyarakat Kabupaten Bogor, menjadi 53,01 pada 2020 mendatang, jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, terus menggalakan sejumlah program untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Salah satunya dengan memberlakukan program E Library (Perpustakaan Digital,red), yang secara resmi dirilis hari ini.

Lounching bertajuk ‘Arsip dan Literasi Menyongsong Era 4.0’ ini, bakal dimeriahkan  sejumlah kegiatan. Mulai dari pameran kearsipan, pameran buku langka, peluncuran buku arsip Bupati Bogor dari masi ke masa, pelantikan bunda literasi, pertunjukan seni budaya, bedah buku gratis bersama penulis Asma Nadia, hingga pemutaran film sejarah Bogor.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, TB Luthfi Syam menjelaskan, pada 2020 mendatang pihaknya menargetkan kenaikan angka indeks membaca sebesar 0,5 persen dari tahun ini.

“Tahun ini kan indeks membaca masyarakat kita di angka 52,96. Di tahun depan target harus mencapai 53,01 atau naik sebesar 0,5 persen,” kata Luthfi, sapaan karibnya, kemarin.

Tak hanya E Library, pihaknya berencana bakal menerapkan sudut baca di setiap unit pelayanan publik. Rencananya E Library sendiri bakal diresmikan pada pertengahan Desember mendatang. Bahkan saat ini, aplikasi E Library bernama ‘iBogorKab’ sudah bisa didapatkan dan diunduh masyarakat di Google Playstore melalu gawai. Dalam aplikasi berbasis android tersebut, sambung Luthfi, rencana bakal diisi dengan sejumlah buku ringan yang masuk bagi semua kalangan masyarakat. Mulai dari buku pendamping pelajaran bagi pelajar, hingga beragam buku pendek yang didominasi untuk pembekalan pengetahun bagi masyarakat.

“E-Library ini kami desain untuk semua segmen dan lapisan masyarakat, agar mereka mendapatkan ilmu pengetahuan praktis. Seperti buka cara berternak, bercocok tanam. Pokoknya buku ringan yang mudah dipahami untuk masyarakat umum,” bebernya.

Meski kini aplikasi tersebut sudah bisa diunduh dan dioprasikan pada gawai masyarakat, Lutfhi menerangkan, hingga saat ini Dinas Arsip dan Perpustakaan terus melakukan pemutakhiran data base dan sistem pengoprasian aplikasi.

Mulai dari penambahan konten dan jenis buku, hingga menyisipkan konten chat dalam aplikasi tersebut.

“E-Library sejuah ini persiapan semua sudah siap, tapi kita sedang fokus untuk mengajukan penambahan konten. Seperti sarana chat bagi sesama penguna dan jumlah buku digital,” paparnya.

Dirinya menilai, terobosan ini lebih efektif dan efisien ketimbang mendirikan gedung perpustakaan di sejumlah wilayah. Apa lagi, konten buku pada E-Library dipastikan bakal didominasi dengan gambar ketimbang tulisan, yang dinilai lebih disukai masyarakat.

“Semoga dengan adanya E-Library ini, dapat memberikan dampak positif bagi semuanya seperti apa yang kita harapkan bersama. Terlebih dalam meningkatkan minat baca masyarakat,” harapnya. (ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *