Wapres Ma’ruf Amin Batal Hadiri Ijtima Ulama

by -

METROPOLITAN.id – Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma’ruf Amin batal menghadiri Ijtima 3000 Ulama sekaligus Wisuda Pendidikan Kader Ulama Angkatan XIII di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa (17/12). Ma’ruf Amin dikabarkan batal datang lantaran ada rapat kabinet.

“Yang sangat kita tunggu beliau, tapi beliau sekarang kan tidak seperti dulu. Beliau menjanjikan akan ke sini, tapi kan tugas negara di atas segalanya. Beliau bukan semata ulama, tapi juga ulama sebagai pejabat negara. Ada rapat kabinet,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Mukri Aji usai acara.

Dirinya pun mengaku sangat memaklumi ketidakhadiran Ma’ruf Amin.

“Biasanya beliau membuka atau menutup wisuda ini, sebagai ketua umum MUI pusat. Angkatan ke 5, 7, 9 saya ingat betul hadir,” terangnya.

Baca Juga  Seruan MUI Kepada Masyarakat Terkait Video Ceramah Ustadz Abdul Somad yang Viral

Sebelumnya, sebanyak 3000 Ulama dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat siap menyambuat kedatangan Wapres RI KH. Ma’ruf Amin ke Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (17/12).

Ma’ruf Amin diagendakan akan hadir dalam Wisuda Pendidikan Kader Ulama Angkatan XIII dan Ijtima’ 3000 Ulama dengan tema ‘Ulama dan Masa Depan Indonesia’. Acara ini bakal digelar di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ketua MUI Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri Aji mengatakan, Wapres rencananya akan mengisi orasi ilmiah dalam agenda tersebut.

“Kapasitas beliau sebagai ulama sekaligus umaro, sangat sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan ini. Ulama dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat siap menyambut Abah KH. Ma’ruf Amin,” kata Mukri Aji, Senin (16/12).

Baca Juga  Koordinasi dengan Pelaku Usaha, Kemendag Jamin Kedelai Cukup untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Menurutnya, kehadiran wapres sangat dinantikan para ulama peserta Ijtima. Alasannya, karena figur Kyai Ma’ruf yang pernah menjadi pemimpin tertinggi lembaga ulama, baik di MUI maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU). Sosoknya dinilai menjadi panutan dalam menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu ulama yang umaro dan umaro yang ulama.

“Kyai Ma’ruf adalah representasi ulama dalam eksekutif. Kiprah kebangsaanya sebagai umaro mampu menjembatani dialog antara ulama dan umaro. Ijtima 3.000 Ulama ini membawa semangat persatuan dan ukhuwah islamiyah,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.