Warga Samarkilang Serahkan Senjata Api dan Granat Manggis Sisa Konflik Aceh

by -

METROPOLITAN – Polres Bener Meriah menunjukkan dua pucuk senjata api (senpi) dan satu granat manggis sisa konflik yang diserahkan oleh warga di Kabupaten Bener Meriah beberapa waktu lalu.

Masing-masing senjata tersebut yakni satu pucuk AK-56, senpi rakitan laras panjang, dan satu granat manggis.Ada pula 13 amunisi campuran dan 2 magasin.

Barang ilegal tersebut diserahkan oleh warga Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.Namun, pihak kepolisian merahasiakan identitas warga yang menyerahkan senjata ilegal tersebut sekaligus amunisinya.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK menyampaikan, senpi dan granat yang diserahkan oleh warga pada bulan Juni dan Agustus 2019 tersebut kondisinya masih aktif.

“Selama periode tahun 2019 ini, kami berhasil mengamankan dua pucuk senpi dan satu granat ilegal sisa konflik hasil penyerahan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah,” ujar Kapolres Bener Meriah pada acara konferensi pers akhir tahun 2019 di Polres Bener Meriah, Kamis (26/12/2019).

Jajaran Polres Bener Meriah mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang bersedia menyerahkan senpi dan granat tersebut demi mendukung kondusifnya kondisi kamtibmas.

“Harapan kami kepada masyarakat khususnya di Bener Meriah yang masih menyimpan senpi ilegal sisa konflik untuk menyerahkan kepada pihak kami. Kami akan menjamin tidak akan melakukan proses secara hukum,” ujar Siswoyo.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan akan diambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku jika menemukan masyarakat yang masih memiliki dan menyembunyikan senpi ilegal.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Bener Meriah, Ipda Dedi Parnadi SSos menambahkan, dirinya mendapat informasi dari masyarakat terkait kepemilikan senpi ilegal di wilayah Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, yang berbatasan langsung dengan Aceh Timur.

Berkat penggalangan dan pendekatan yang dilakukan, warga tersebut bersedia melaporkan dan menyerahkan dua senjata api, serta granat manggis plus belasan amunisi.

“Menurutnya, untuk granat manggis tersebut sesuai dengan ketentuan sudah diserahkan kepada Brimob untuk diamankan, sementara dua senpi serta pelurunya masih berada di Polres Bener Meria,” tegasnya.

Acara konferensi pers akhir tahun 2019 itu dihadiri Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, Kabagops, Kompol Maryono, KasatLantas, AKP Syabirin SH MSi, Kasat Narkoba Iptu Muhammad Daud, Kasat Intelkam Ipda Dedi Parnadi, KBO Reskrim Ipda Darwin S Pane.

17 Kasus Persetubuhan Anak

Sementara itu Polres Bener Meriah mencatat bahwa kasus narkoba, pencurian, curanmor, dan persetubuhan terhadap anak mendominasi di Bener Meriah pada tahun 2019.

Jumlah kasus narkoba mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, tercatat ada 48 kasus, dan pencurian 42 kasus, curanmor 29 kasus, serta persetubuhan terhadap anak sebanyak 17 kasus.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK menyampaikan, untuk mengurangi kasus curanmor di Bener Meriah pihaknya telah membentuk tim gabungan Opsnal Reskrim dan Itel.

Kemudian terkait kasus persetubuhan terhadap anak, pihaknya telah bekerja sama dengan P2TP2A Bener Meriah.

Dikatakan, terkait banyaknya kasus persetubuhan terhadap anak di Bener Meriah karena dipengaruhi oleh budaya masyarakat itu sendiri.

“Kita telah bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan wawasan kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menjaga dan mengawasi anak perempuan mereka,” kata dia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.